gop-crypto.vip

Bea Cukai Jagoi Babang Bengkayang antisipasi kenaikan aktivitas ekspor - ANTARA News Kalimantan Barat

Bengkayang (ANTARA) - Kantor Bea dan Cukai Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, mengantisipasi peningkatan aktivitas ekspor melalui kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia itu seiring bertambahnya jumlah sarana pengangkut dan dokumen pemberitahuan ekspor barang (PEB) yang dilayani.

Kepala Kantor Bea dan Cukai Jagoi Babang Arman Tarmidzi mengatakan peningkatan aktivitas ekspor tersebut turut berdampak pada bertambahnya jumlah kendaraan pengangkut barang dan dokumen ekspor yang harus dilayani di kawasan perbatasan.

“Seiring meningkatnya ekspor, jumlah sarana pengangkut dan dokumen ekspor (PEB) yang kami layani juga bertambah,” kata Arman di Bengkayang, Kamis.

Ia mencatat jumlah PEB yang dilayani Bea Cukai Jagoi Babang meningkat dari 5.726 dokumen pada 2024 menjadi 7.001 dokumen pada 2025. Sementara hingga 31 Agustus 2026, jumlah PEB yang telah dilayani mencapai 4.847 dokumen.

Menurut Arman, peningkatan volume tersebut perlu diantisipasi agar kelancaran arus kendaraan dan barang di kawasan perbatasan tetap terjaga.

Bea Cukai, kata dia, mengoptimalkan layanan berbasis elektronik serta menerapkan pemeriksaan berdasarkan profil risiko dan sistem penjaluran untuk mempercepat proses pelayanan dan mencegah sarana pengangkut tertahan terlalu lama.

Selain itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan pengelola Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi Babang serta instansi CIQS lainnya dalam mengatur arus dan antrean kendaraan.

“Untuk mengantisipasi, kami mengoptimalkan layanan elektronik, menerapkan pemeriksaan berbasis risiko atau penjaluran agar sarana pengangkut tidak tertahan lama, serta berkoordinasi dengan pengelola PLBN dan instansi CIQS lainnya dalam pengaturan arus dan antrean kendaraan,” ujarnya.

Arman mengatakan peningkatan aktivitas perdagangan di perbatasan juga perlu diikuti dengan penguatan infrastruktur dan fasilitas pendukung agar kapasitas pelayanan dapat mengimbangi pertumbuhan arus barang.

Menurut dia, salah satu kebutuhan paling mendesak adalah konektivitas internet yang stabil. Infrastruktur tersebut diperlukan untuk menunjang layanan kepabeanan yang semakin mengandalkan sistem elektronik.

“Konektivitas internet yang stabil, termasuk jaringan cadangan dan perluasan jangkauan WiFi hingga pos ekspor, menjadi salah satu kebutuhan yang paling mendesak,” katanya.

Selain jaringan internet, Bea Cukai Jagoi Babang membutuhkan area pemeriksaan dan parkir sarana pengangkut yang lebih memadai seiring bertambahnya volume kendaraan dan barang yang melintas.

Penguatan fasilitas pemeriksaan, seperti timbangan dan alat pemindai barang, juga dinilai penting untuk mendukung kelancaran sekaligus efektivitas pengawasan terhadap arus barang di perbatasan.

Di sisi lain, kesiapan fasilitas CIQS di Serikin, Malaysia, juga menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran perdagangan lintas batas.

Arman mengatakan kesiapan fasilitas di kedua sisi perbatasan diperlukan agar peningkatan aktivitas perdagangan dapat diimbangi dengan kapasitas pelayanan yang memadai dan perdagangan dapat berlangsung secara lebih optimal.

“Yang juga penting adalah kesiapan fasilitas CIQS di sisi Malaysia, Serikin, agar perdagangan dapat berjalan dua arah,” katanya.

Dengan peningkatan aktivitas tersebut katanya, penguatan layanan, fasilitas pemeriksaan, area kendaraan, serta konektivitas di kawasan perbatasan menjadi bagian penting untuk menjaga kelancaran arus perdagangan Indonesia-Malaysia melalui PLBN Jagoi Babang.

Pewarta: Narwati
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.