gop-crypto.vip

BCA bidik pertumbuhan kredit dekati 10 persen hingga akhir 2026

BCA bidik pertumbuhan kredit dekati 10 persen hingga akhir 2026

Rabu, 9 September 2026 21:53 WIB

Image Print

Tangkapan layar - Direktur BCA Vera Eve Lim dalam Public Expose Live 2026 (Pubex Live 2026) secara daring di Jakarta, Rabu (9/9/2026). (ANTARA/Imamatul Silfia)

Kami prediksikan akhir tahun pertumbuhan kredit mendekati 10 persen

Jakarta (ANTARA) - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA membidik pertumbuhan kredit mendekati 10 persen hingga akhir 2026.

"Kami prediksikan akhir tahun pertumbuhan kredit mendekati 10 persen,” kata Direktur BCA Vera Eve Lim dalam Public Expose Live 2026 (Pubex Live 2026) secara daring di Jakarta, Rabu.

Per Juni 2026, total kredit BCA mencapai Rp1.036 triliun atau tumbuh 8 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Pertumbuhan terutama ditopang kredit produktif yang meningkat 11 persen menjadi Rp802 triliun.

Secara rinci, kredit korporasi tumbuh 13,6 persen menjadi Rp513,4 triliun, sedangkan kredit komersial serta usaha kecil dan menengah (UKM) naik 6,6 persen menjadi Rp288,5 triliun.

Ekspansi kredit tersebut dibarengi dengan perbaikan kualitas aset. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) turun menjadi 1,9 persen pada semester I 2026 dari 2,2 persen pada periode tahun sebelumnya. Sementara rasio loan at risk (LAR) membaik dari 5,7 persen menjadi 4,9 persen.

Dari sisi pendanaan, DPK BCA mencapai Rp1.284 triliun atau tumbuh 7,9 persen (yoy). Dana murah atau current account saving account (CASA) meningkat 10,2 persen menjadi Rp1.082 triliun, dengan kontribusi terhadap total DPK naik menjadi 85,2 persen.

Adapun loan to deposit ratio (LDR) BCA berada di kisaran 78 persen, sedangkan rasio intermediasi makroprudensial (RIM) sekitar 81,7 persen.

Jika target pertumbuhan kredit tercapai, Vera memperkirakan RIM hingga akhir 2026 tetap berada di kisaran 81,7 persen dan sedikit membaik dibandingkan tahun sebelumnya.

“Ditopang likuiditas yang solid serta mempertimbangkan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang positif, kami optimistis menjaga pertumbuhan kredit berkualitas secara berkelanjutan,” ujar dia.

Vera juga menambahkan catatan kinerja kredit hijau (green financing) BCA tumbuh 19 persen (yoy) mencapai Rp123 triliun. Kinerja ini salah satunya ditopang pembiayaan berkelanjutan ke sektor energi baru terbarukan yang tumbuh hingga 82 persen (yoy) menjadi Rp7,7 triliun.

Selain itu, kredit kendaraan bermotor listrik tumbuh 25 persen (yoy) mencapai Rp4 triliun.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BCA bidik pertumbuhan kredit mendekati 10 persen hingga akhir 2026

Pewarta : Imamatul Silfia
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.