BBPOM Surabaya bina keamanan pangan bagi 110 PKL - ANTARA News Jawa Timur
Surabaya (ANTARA) - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Surabaya memberikan pembinaan keamanan pangan kepada 110 pedagang kaki lima (PKL) di Kota Surabaya sebagai bentuk pengawasan dan pendampingan kepada pelaku usaha.
Kepala BBPOM Surabaya Yudi Noviandi dalam keterangannya di Surabaya, Selasa, mengatakan kegiatan ini turut melibatkan 110 PKL yang berasal dari 3 lokasi Sentra Kuliner, yaitu Srikana Food Walk, SWK Dharmawangsa, dan Pasar Karah.
"Dalam kegiatan yang bertajuk Jawa Timur Trusted Cullinary (Jatim Truly) ini, BBPOM melakukan upaya pembinaan keamanan pangan terhadap PKL dengan menitikberatkan pada bahaya penyalahgunaan bahan kimia seperti boraks, formalin, rhodamin B, dan methanyl yellow, yang masih sering ditemukan di pasaran," katanya
Ia mengemukakan, pihaknya juga melakukan demo pengujian cepat produk pangan agar masyarakat lebih waspada terhadap penyalahgunaan bahan berbahaya pada pangan serta melakukan stikerisasi pada lapak pedagang yang telah mendapatkan pembinaan.
"Edukasi ini merupakan langkah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap keamanan pangan," katanya.
Ia mendorong pedagang supaya menyediakan pangan yang aman dan masyarakat lebih cermat dalam memilih makanan.
"Dengan terjaminnya keamanan pangan, PKL yang terlibat dalam Jatim Truly ini bisa naik kelas dan menjadi jujukan utama wisata kuliner di Kota Surabaya," tuturnya.
Pihaknya juga juga mengajak generasi muda yang tergabung dalam SAKA POM untuk turut berperan aktif membantu edukasi keamanan pangan kepada pedagang dan melakukan pemantauan di lapak PKL bersama petugas BBPOM di Surabaya.
"Keterlibatan ini mendukung peningkatan kepedulian terhadap keamanan pangan sekaligus memberikan pengalaman langsung dalam pengawasan pangan di masyarakat. Melalui Jatim Truly, sinergi lintas sektor diharapkan memperkuat pengawasan pangan dan mendorong PKL menyediakan makanan yang aman bagi masyarakat," katanya.
Pewarta: Indra Setiawan
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.