BASAibu Wiki Bali gelar dialog kebijakan I Wikithon "Ngirangin Malanjaran" - ANTARA News Bali
Denpasar (ANTARA) - Mengawali bulan September, Yayasan BASAibu Wiki Bali resmi menyelenggarakan forum Dialog Kebijakan 1 Wikithon Partisipasi Publik bertajuk “Ngirangin Malanjaran” yang bertempat di Balai Bahasa Provinsi Bali.
Pertemuan tatap muka berskala daerah ini dirancang khusus untuk mempertemukan para pemuda pemenang lomba Wikithon secara langsung dengan para pemangku kebijakan lintas sektor, akademisi, dan praktisi kesehatan.
Melalui ruang temu ini, gagasan-gagasan solutif yang telah dirumuskan oleh generasi muda tidak dibiarkan berhenti sebagai wacana perlombaan semata, melainkan diuji, ditajamkan, dan dipersiapkan menjadi dasar perumusan rekomendasi kebijakan publik yang nyata serta dapat diterapkan di masyarakat.
Adapun pengangkatan tema Ngirangin Malanjaran atau mengurangi kebiasaan merokok berangkat dari rekomendasi strategis Konferensi Pemuda Bali tahun 2025 yang menempatkan kesehatan generasi muda sebagai agenda prioritas pembangunan daerah.
Melalui kompetisi daring Wikithon yang bergulir sejak 23 Juli hingga 7 Agustus 2026, panitia berhasil menghimpun antusiasme sebanyak 629 karya peserta dari kalangan pelajar SMA, SMK, mahasiswa, dan pemuda umum dari seluruh penjuru Bali.
Kompetisi ini menyoroti sejumlah keresahan nyata di lapangan, mulai dari maraknya penjualan rokok ketengan murah yang menyasar usia remaja, tren penggunaan rokok elektrik atau vape, persepsi sosial keliru yang menganggap merokok sebagai simbol kedewasaan, hingga tantangan penegakan Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2019 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di tingkat komunitas banjar.
Ruang dialog dihadiri oleh lebih dari lima puluh perwakilan lembaga strategis yang mencakup unsur pemerintah daerah, penegak aturan, praktisi medis, dan institusi pendidikan tinggi.
Hadir di antaranya delegasi dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung, Dinas Kesehatan Kabupaten Badung, Dinas PMA Provinsi Bali, Bappeda Kota Denpasar, ITEKES Bintang Persada, Pers UPMI Bali, Universitas Dhyana Pura, Forum Genre Bali, Udayana Central, PSSKM FK Unud, Duta Kesehatan, dan HMKM FK Unud.
Finalis Wikithon Ngirangin Malanjaran juga turut hadir dalam Dialog Kebijakan #1 dari SMAN Bali Mandara, Desa Belatungan, SMAN 1 Seririt, SMAN 1 Sukasada, Universitas Udayana, SMKN 3 Denpasar, SMKN 8 Kintamani, SMAN 1 Baturiti, SMAN 11 Denpasar, SMAN 2 Denpasar, beserta guru pendamping.
Acara ini juga menyambut hangat kehadiran tamu kehormatan dari jejaring platform, yakni Project Lead BASAibu Wiki Jawa, Cristina Setianingrum dan Project Officer BASAibu Wiki Jawa, Abriyana Seraf Olievera, yang hadir untuk berbagi pengalaman menyusul ekspansi platform ke Pulau Jawa.
Penyelenggaraan acara sejak awal menunjukkan komitmen nyata terhadap kesehatan dan kelestarian lingkungan dengan menetapkan tata tertib bebas asap rokok di seluruh area kegiatan serta larangan penggunaan botol plastik sekali pakai.
Momen pembukaan semakin bermakna dengan dilaksanakannya penyepakatan Perjanjian Kerja Sama, kemitraan strategis antara Yayasan BASAibu Wiki dan Udayana Central yang diwakili oleh Dr. dr. I Ketut Suarjana, M.PH.
Kemitraan ini disepakati untuk memperkuat penelitian partisipasi publik, advokasi regulasi tembakau, dan pendampingan ilmiah terhadap program aksi generasi muda di masa mendatang.
Ketua Dewan Pembina Yayasan BASAibu Wiki, Drs. I Gde Nala Antara, M.Hum., menyampaikan dalam sambutannya bahwa ajang Wikithon membuktikan betapa pemuda memiliki kepekaan kritis yang tajam terhadap isu kesehatan lingkungan mereka.
Ia menegaskan ide-ide inovatif para peserta memiliki daya dorong nyata untuk memengaruhi kebijakan pemerintah daerah, terutama ketika dipadukan dengan data dan kajian teknis dinas terkait menjadi draf risalah kebijakan (policy brief) yang komprehensif.
Senada dengan hal tersebut, Program and Engagement Director BASAibu Wiki Bali, Ni Putu Ayu Suaningsih, S.S., menekankan forum ini menjunjung tinggi asas kesetaraan penuh.
Seluruh peserta duduk berdampingan dan saling menyapa akrab dengan panggilan “teman-teman” guna mencairkan sekat birokrasi, sehingga masukan dari para pejabat maupun sanggahan dari pelajar dapat mengalir secara terbuka, setara, dan substantif.
Dinamika forum semakin hidup pada sesi inti yang dijalankan melalui metode rotasi pos diskusi kelompok terarah yang dipandu oleh Yowana Abhinaya, alumni Konferensi Pemuda Bali, selaku fasilitator.
Setiap kelompok membedah satu karya pemenang menggunakan sembilan instrumen penajaman kebijakan, yang mencakup identifikasi aksi nyata, penentuan peran pemuda, pemetaan mitra strategis, kepastian linimasa, penetapan lokus kegiatan, mekanisme koordinasi birokrasi, dukungan anggaran dan sarana dari kedinasan, hingga tolok ukur keberhasilan program dan monitoring.
Pada pos diskusi pertama yang difasilitasi oleh Elsa Matori, para peserta membedah gagasan berjudul Sisya Luih Nenten Malanjaran karya I Putu Restu Adi Nugraha.
Diskusi pos ini mengarah pada perumusan advokasi pengetatan larangan penjualan rokok eceran di sekitar lingkungan sekolah, perluasan materi edukasi bahaya rokok bagi siswa rentang usia 15 hingga 19 tahun, serta pelaksanaan razia pembinaan terpadu yang menitikberatkan pada pendampingan psikologis ramah anak tanpa menerapkan sanksi represif.
Pada pos kedua, fasilitator Bintang memandu penajaman karya Bali Sumber Bersih Tanpa Asap: Sampun Wancin Iraga Majalan rancangan Made Deby Artawati dari SMAN 1 Seririt.
Konsep yang mengintegrasikan peran Duta Anti Rokok, media komunikasi dengan orang tua, serta penyebaran kode QR edukasi ini disambut baik oleh perwakilan Bappeda Provinsi Bali.
Forum mendorong agar inovasi ini dihubungkan langsung dengan layanan Upaya Berhenti Merokok (UBM) di Puskesmas setempat, pemanfaatan alat skrining karbon monoksida (smokerizer), dan pemanfaatan peluang pendanaan swakelola melalui jalur Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
Sementara itu di pos ketiga, fasilitator Gita mengarahkan pembahasan terhadap platform digital bertajuk YOWANA (Youth Oriented Wellness and Nicotine-Free Action) yang dirancang oleh Kadek Dwi Agustini dan Ni Putu Novia Permatasari dari Universitas Udayana.
Pembahasan di pos ini memperdalam kesiapan fitur pelacak konsumsi rokok harian, program tantangan berhenti merokok bertahap selama tujuh hingga tiga puluh hari, serta penyediaan ruang konseling sebaya berbasis daring yang menjamin kerahasiaan identitas pengguna.
Di pos keempat yang dipandu oleh Osi, para pemangku kepentingan mengkaji sistem pelaporan masyarakat Polusi Asep Rokok ring Margi ring Bali gagasan tim siswa SMAN 11 Denpasar.
Peserta forum merekomendasikan penyesuaian operasional sistem aduan agar difokuskan terlebih dahulu di lingkungan internal sekolah dan terkoneksi langsung dengan guru Bimbingan Konseling guna memastikan perlindungan data pribadi serta menghindarkan siswa dari potensi perundungan di lingkungan sekolah.
Adapun di pos kelima, fasilitator Adrian mengawal pematangan inisiatif Banjar NAPAS (Nyaman, Aman, Peduli, Aktif, dan Sehat) karya Ni Luh Putu Riscka Dewi Setyawati dari SMAN Bali Mandara.
Program ini memperkuat implementasi kawasan tanpa rokok pada tingkatan komunitas adat melalui pembentukan regulasi adat berupa perarem di Banjar Mayungan, penyelenggaraan edukasi komunal, penataan zona merokok terpisah, serta pemberian sanksi ekologis yang mendidik seperti kewajiban menanam tanaman obat herbal bagi warga yang melanggar.
Seluruh masukan kritis dan kesepakatan tindak lanjut yang dihimpun dari kelima pos tersebut dirangkum menjadi dokumen draf awal risalah kebijakan daerah.
Draf ini akan terus dimatangkan sebelum dipresentasikan kembali pada forum Dialog Kebijakan 2 untuk memperoleh komitmen implementasi resmi dari jajaran pimpinan instansi pemerintahan terkait.
Sebagai bagian dari apresiasi terhadap kontribusi generasi muda, BASAibu Wiki Bali juga secara resmi mengumumkan deretan peraih penghargaan Wikithon Partisipasi Publik “Ngirangin Malanjaran”.
Pada Kategori Siswa SMA dan SMK Se-Bali, Juara Pertama diraih oleh Made Deby Artawati dari SMAN 1 Seririt dengan karya Bali Sumber Bersih Tanpa Asap: Sampun Wancin Iraga Majalan, disusul oleh tim SMAN 11 Denpasar yang beranggotakan I Gusti Ayu Putu Sri Wulandari, Ratih Rida Sukawati, dan Ni Ketut Viera Adinda Lestari sebagai Juara Kedua dengan karya mengenai inovasi pelaporan masyarakat atas polusi asap rokok.
Untuk Kategori Mahasiswa dan Umum, Juara Pertama dinobatkan kepada I Putu Restu Adi Nugraha lewat karyanya Sisya Luih Nenten Malanjaran, sedangkan Juara Kedua diraih oleh kolaborasi Kadek Dwi Agustini dan Ni Putu Novia Permatasari dari Universitas Udayana melalui karya platform YOWANA.
Selain itu, predikat Terbaik Kategori Khusus Yowana Abhinaya dianugerahkan kepada Ni Luh Putu Riscka Dewi Setyawati dari SMAN Bali Mandara melalui inisiatif Banjar NAP AS. Penghargaan Lembaga Teraktif diberikan kepada SMAN 11 Denpasar atas partisipasi kolektif warganya yang sangat tinggi sepanjang kompetisi.
Pada Kategori Disukai Warganet, predikat karya terfavorit diraih oleh Ni Putu Elisa Ariantini dengan nama pengguna Elisaariantini25 dari SMKN 1 Manggis yang berhasil mengumpulkan dukungan sebanyak 699 suara warganet.
Sementara itu, apresiasi Kategori Komentar Terbaik diberikan kepada I Ketut Sancaya Adi Nugraha dengan akun Sancaya04 sebagai peraih Terbaik Pertama atas ulasan kritis dan analisis datanya terhadap program Banjar NAPAS, serta akun
Putrasatyawan23 yang terpilih sebagai peraih Terbaik Kedua. Melalui apresiasi ini, BASAibuWiki Bali berharap api partisipasi publik generasi muda dapat terus menyala demi terwujudnya masa depan Bali yang bersih, sehat, dan berdaya.
Ni Luh Putu Riscka Dewi Setyawati selaku Juara Kategori Yowana Abhinaya Wikithon Ngirangin Malanjaran mengatakan bahwa dirinya sangat senang bertemu dengan banyak stakeholder, bertemu dengan banyak pemangku kebijakan yang mampu membuka wawasannya kembali terkait pelaksanaan program implementasi.
“Sebagai pemenang, menurut saya Dialog Kebijakan ini sangat penting. Di awal dalam membuat karya, hanya menggunakan point of view kita saja. Tapi melalui dialog ini kita semakin dibukakan wawasannya, diberikan masukan, kritik, dan saran sehingga program yang kita laksanakan memang benar-benar memiliki dampak secara nyata” pungkasnya.
Pewarta: Tim Redaksi Antara Bali
Editor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.