Baru Mau Bikin SIM Motor, Malah Disuruh Sekolah Lagi 15 Jam
Jumat, 25 September 2026 - 04:24 WIB
Taiwan, VIVA – Taiwan mengambil langkah baru untuk meningkatkan keselamatan pengendara sepeda motor. Pemerintah setempat berencana menambah durasi pelatihan praktik bagi calon pemegang surat izin mengemudi atau SIM motor.
Baca Juga
Bukan cuma menambah jam belajar, Taiwan juga akan menguji coba tes SIM sepeda motor langsung di jalan raya. Kebijakan tersebut dirancang agar kemampuan calon pengendara tidak hanya diuji di lintasan tertutup, tetapi juga ketika menghadapi kondisi jalan sebenarnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dikutip VIVA dari Taiwan News, Jumat 24 September 2026, Kementerian Transportasi dan Komunikasi Taiwan mengusulkan penambahan pelatihan praktik sepeda motor dari sebelumnya 10 jam menjadi 15 jam.
Baca Juga
Aturan tersebut diusulkan mulai berlaku pada 1 Januari 2027. Sementara uji coba tes SIM motor di jalan raya secara regional dijadwalkan mulai Oktober 2027.
Tambahan lima jam pelatihan nantinya tidak sekadar dihabiskan untuk latihan mengendalikan sepeda motor. Pemerintah membaginya menjadi dua jam latihan berkendara terapan dan tiga jam latihan langsung di jalan raya.
Baca Juga
Materi yang diberikan juga dibuat lebih dekat dengan kondisi berkendara sehari-hari. Calon pengendara akan dilatih menjaga bidang pandang yang memadai, mengenali kondisi jalan, hingga mengetahui kapan lampu sepeda motor perlu digunakan.
Dengan pola tersebut, kemampuan calon pengendara tidak hanya dinilai dari bagaimana mengoperasikan sepeda motor di area latihan. Mereka juga mulai diperkenalkan dengan situasi yang bisa ditemui ketika sudah berada di jalan umum.
Perubahan ini menjadi bagian dari strategi pengelolaan SIM yang diperkenalkan pemerintah Taiwan tahun ini. Selain peningkatan pelatihan pengendara motor, strategi tersebut juga mencakup pelatihan ulang bagi pengendara yang melakukan pelanggaran lalu lintas.
Pemerintah Taiwan juga memasukkan aspek keselamatan bagi pengemudi lanjut usia yang melakukan perpanjangan SIM.
Menariknya, mengikuti pelatihan sepeda motor tetap belum menjadi kewajiban sebelum seseorang menjalani ujian SIM. Pemerintah masih mendorong masyarakat mengikuti kursus melalui program subsidi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Jumlah peserta yang mendapatkan subsidi juga mengalami peningkatan. Pada 2024 tercatat 40.378 orang menerima subsidi pelatihan. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 59.912 orang pada 2025.
Calon pengendara dapat mengikuti kursus di sekolah mengemudi yang tersedia di berbagai wilayah Taiwan. Besaran subsidi berbeda tergantung jenis pelatihan yang diikuti.
Halaman Selanjutnya
Peserta yang menyelesaikan pelatihan dan mendapatkan SIM dalam periode subsidi bisa menerima bantuan sebesar NT$1.300 atau sekitar Rp734 ribu.