Barelang Dibidik Jadi Kawasan Berkelanjutan, Summer Course 2026 Gali Maksimal Potensi Ekonomi dan Lingkungan
Sabtu, 3 Oktober 2026 - 23:53 WIB
Jakarta, VIVA – Sekretaris Ditjen Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi Kementrans, Nirwan Ahmad Helmi, menyampaikan Kawasan Transmigrasi Barelang jadi 'laboratorium' bersama untuk merancang gagasan pembangunan hijau yang terintegrasi.
Baca Juga
Hal itu disampaikan Helmi terkait digelarnya Summer Course 2026 yang melibatkan mahasiswa Technical University of Munich (TUM) Jerman dan mahasiswa dalam negeri di Batam, Rempang, dan Galang (Barelang).
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurut Helmi, Barelang dipilih sebagai medan pembelajaran karena memiliki karakter kawasan yang memungkinkan integrasi antara pertanian, perikanan, usaha masyarakat, dan akses ekonomi Batam.
Baca Juga
Pengembangan kawasan juga melibatkan masyarakat transmigrasi dan masyarakat lokal serta memperhatikan komunitas budaya Melayu.
Peserta dari berbagai latar belakang keilmuan diajak memahami potensi ekonomi, lingkungan, infrastruktur, serta kehidupan masyarakat setempat.
Baca Juga
"Barelang menawarkan lingkungan bagi pembangunan wilayah yang terintegrasi, yang merupakan arah pembangunan, yakni sebuah kawasan ekonomi transmigrasi terpadu yang menggabungkan pertanian dan perikanan dengan akses ke pusat Batam yang luas," jelasnya dalam keynote speech di Kantor BP Batam, dikutip Sabtu (3/10/2026).
"Kegiatan perikanan dan kelautan menjadi penggerak ekonomi utama yang didukung oleh layanan usaha kecil. Pengembangan perikanan, kelautan, serta pariwisata budaya harus menghormati komunitas Melayu pesisir dan melibatkan warga transmigrasi maupun masyarakat lokal," tambahnya.
Menyambung hal itu, Direktur Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi Kementrans, Bondan Djati Utami, menyebut mahasiswa akan menjalani rangkaian observasi, diskusi, dan kegiatan berbagi pengetahuan selama berada di Barelang hingga 10 Oktober.
Kegiatan ini diarahkan untuk melihat bagaimana ekosistem kawasan dapat dikembangkan secara maksimal berdasarkan potensi yang ada.
“Concern mereka lebih ke arah bagaimana perkembangan, mengembangkan ekosistem yang ada di sini. Pengembangan kawasan Barelang seperti apa,” ujarnya kepada media.
Menurut dia, hasil pembelajaran tersebut nantinya akan dipresentasikan setelah mereka melanjutkan kegiatan di Semarang.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Output-nya itu nanti mereka akan berbagi ke kita. Mereka nanti pada saat di Semarang, mereka akan presentasi hasilnya mereka di tanggal 13, selama mereka di Semarang,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Pembangunan Kawasan Transmigrasi Robi Suherman Ponglabba menjelaskan pelaksanaan Summer Course mendapat dukungan Kementrans melalui penyiapan infrastruktur kawasan, termasuk Mess Patriot yang menjadi tempat mahasiswa selama berada di Barelang.
Halaman Selanjutnya
“Untuk kegiatan itu adalah penyiapan infrastrukturnya, seperti persiapan Mess Patriot, kemudian kita infrastruktur di luarnya seperti jalan, drainase, kemudian taman-tamannya,” ungkapnya.