gop-crypto.vip

Barcelona Libas Getafe 3-0, Delapan Kemenangan Beruntun Samai Rekor Klub |Republika Online

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Barcelona melanjutkan penampilan sempurnanya di Liga Spanyol musim 2026/2027 setelah menaklukkan Getafe dengan skor telak 3-0 pada pekan kedelapan di Stadion Spotify Camp Nou, Barcelona, Sabtu (10/10/2026) malam waktu setempat. Kemenangan tersebut membuat Blaugrana menyapu bersih delapan pertandingan pembuka musim ini sekaligus menyamai rekor start terbaik klub dalam sejarah La Liga.

Tim asuhan Hansi Flick mengamankan tiga poin melalui gol Anthony Gordon pada menit kedua, Gabriel Jesus pada menit ke-30, dan Jules Kounde pada menit ke-73. Hasil tersebut mengukuhkan Barcelona di puncak klasemen sementara dengan 24 poin dari delapan pertandingan, unggul lima angka atas Atletico Madrid yang berada di peringkat kedua.

Barcelona juga mencatatkan produktivitas menyerang yang mengesankan dengan mengoleksi 34 gol dan hanya kebobolan tujuh kali sepanjang delapan pertandingan liga. Catatan tersebut memperlihatkan keseimbangan antara ketajaman lini depan dan kemampuan tim menjaga keunggulan, meskipun kompetisi masih berada pada tahap awal.

Sebaliknya, kekalahan membuat Getafe tertahan di peringkat ke-13 klasemen sementara dengan delapan poin dari delapan pertandingan. Tim asuhan Jose Bordalas gagal menambah angka setelah kesulitan mengembangkan permainan menghadapi tekanan tinggi yang diperagakan Barcelona sejak awal laga.

Barcelona langsung mengambil inisiatif serangan begitu pertandingan dimulai. Anthony Gordon membuka keunggulan pada menit kedua setelah melewati dua pemain Getafe sebelum melepaskan tembakan yang sempat membentur Mario Martin dan mengecoh penjaga gawang David Soria.

Gol tersebut menjadi gol perdana Gordon bersama Barcelona dan memberikan awal yang ideal bagi pemain sayap asal Inggris itu. Kecepatan serta kemampuan individunya di sisi kiri berulang kali menyulitkan barisan pertahanan Getafe yang berusaha membatasi ruang gerak para penyerang tuan rumah.

Keunggulan cepat membuat Barcelona semakin percaya diri mengendalikan tempo permainan. Lamine Yamal, Dani Olmo, dan Gavi aktif membangun serangan melalui kombinasi umpan pendek serta pergerakan tanpa bola untuk membuka ruang di pertahanan lawan.

Getafe mencoba meredam tekanan dengan menumpuk pemain di wilayah pertahanan sendiri. Namun, strategi tersebut tidak sepenuhnya berhasil karena Barcelona terus menekan pemain lawan ketika kehilangan penguasaan bola dan memaksa Getafe melakukan sejumlah kesalahan.

Peluang Barcelona kembali tercipta melalui Eric Garcia yang melepaskan tembakan dari luar kotak penalti pada menit ke-19. David Soria masih mampu menggagalkan percobaan tersebut, sementara kesempatan lain yang diperoleh Gavi juga belum berhasil menambah keunggulan.

Getafe sempat memberikan ancaman pada menit ke-26 melalui Iván Azón yang melepaskan tembakan ke arah gawang Barcelona. Kiper Joan Garcia tampil sigap dengan menggagalkan peluang tersebut sehingga keunggulan tuan rumah tetap bertahan.

Barcelona akhirnya menggandakan skor pada menit ke-30 melalui Gabriel Jesus yang mendapatkan kesempatan pertama tampil sebagai starter. Penyerang asal Brasil itu merebut bola di wilayah pertahanan Getafe, melewati pemain lawan, kemudian melepaskan penyelesaian akurat ke sudut bawah gawang Soria.

Gol tersebut menjadi bukti efektivitas Gabriel Jesus ketika dipercaya menggantikan peran Raphinha yang tidak dimainkan akibat gangguan ringan pada otot paha. Kehadiran Jesus juga memberi pilihan berbeda bagi Flick karena penyerang tersebut mampu membantu tekanan terhadap pertahanan lawan sekaligus bergerak mencari ruang di kotak penalti.

Barcelona terus menjaga intensitas serangan menjelang akhir babak pertama. Namun, sejumlah peluang tambahan tidak menghasilkan gol sehingga kedua tim memasuki ruang ganti dengan keunggulan 2-0 untuk tuan rumah.

sumber : Antara