Bank Central Asia (BCA) Tempatkan Dana di Surat Berharga untuk Kelola Likuiditas
ILUSTRASI. Teller melayani nasabah yang menabung di Bank BCA (KONTAN/Baihaki)
Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) terus menjaga keseimbangan antara kecukupan likuiditas dan ekspansi kredit yang sehat di tengah dinamika pasar keuangan.
Executive Vice President (EVP) Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan, fungsi utama perbankan adalah sebagai sarana intermediasi ekonomi melalui penyaluran kredit.
“Pada prinsipnya, fungsi utama lembaga perbankan adalah sebagai sarana intermediasi ekonomi, dalam artian penyaluran kredit,” kata Hera kepada kontan.co.id, Jumat (11/9/2026).
Baca Juga: Bank Central Asia (BCA) Dorong Pembiayaan Berkelanjutan, Tumbuh 11,7% di 2025
Selain menyalurkan kredit, BCA juga menempatkan dana pada sejumlah instrumen surat berharga, termasuk obligasi pemerintah, Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), dan surat berharga lainnya.
Menurut Hera, penempatan dana pada surat berharga merupakan bagian dari strategi pengelolaan likuiditas perusahaan sekaligus bentuk dukungan terhadap perekonomian nasional.
“BCA senantiasa menjaga keseimbangan antara kecukupan likuiditas dengan ekspansi kredit yang sehat,” ujarnya.
Hera menambahkan, BCA berkomitmen mengelola likuiditas secara pruden dengan tetap mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dalam penerapan manajemen risiko.
Baca Juga: Bank Memburu Pendapatan Komisi dari Penjualan ORI030
Adapun hingga Juli 2026, total kredit BCA mencapai Rp 1.000,88 triliun. Nilai tersebut tumbuh 8,38% secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 923,51 triliun.
Sementara itu, nilai surat berharga yang dimiliki BCA per Juli 2026 mencapai Rp419,24 triliun. Angka tersebut meningkat 6,37% yoy dibandingkan Juli 2025 yang sebesar Rp394,15 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Tag