gop-crypto.vip

Banjir Terjang Tetangga RI, Warga Nekat Terobos Air Setinggi Pinggang

Banjir akibat Habagat merendam Manila hingga setinggi pinggang. Sekitar 110 ribu keluarga terdampak, sementara rumah dan toko ikut terendam.

Warga yang membawa barang-barang mereka berjalan menerjang banjir di sebuah desa di tengah hujan monsun barat daya di Bagong Silangan, Quezon City, Filipina, pada 10 Agustus 2026. (REUTERS/Eloisa Lopez)

Warga membawa barang-barang mereka sambil menerjang banjir di sebuah desa di Bagong Silangan, Quezon City, Filipina, Senin (10/8/2026). Genangan merendam rumah dan tempat usaha setelah angin muson barat daya, yang secara lokal dikenal sebagai Habagat, terus melanda Pulau Luzon. (REUTERS/Eloisa Lopez)

Warga melintasi banjir setinggi pinggang setelah hujan lebat semalaman di Barangay Marulas, Kawit, Cavite, Filipina, 9 Agustus 2026.

Warga terlihat berjalan menerjang banjir yang mencapai setinggi pinggang. Sejumlah keluarga juga terpaksa menunggu di luar rumah mereka yang terendam sambil menanti air surut. (REUTERS/Noel Celis)

Seorang anak laki-laki memegang lumpia mentah saat berjalan menerjang banjir setelah hujan deras semalam di Barangay Marulas, Kawit, Cavite, Filipina, pada 9 Agustus 2026.

Badan Layanan Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina (PAGASA) memperkirakan curah hujan lebih dari 200 milimeter mengguyur Benguet pada Senin. Sementara itu, Metro Manila dan provinsi-provinsi di sekitarnya diperkirakan menerima curah hujan 50-100 milimeter. Kondisi tersebut meningkatkan risiko banjir susulan dan tanah longsor karena tanah telah jenuh air. (REUTERS/Noel Celis)

Seorang pria beristirahat saat hujan muson barat daya menggenangi sebuah desa di Bagong Silangan, Kota Quezon, Filipina, 10 Agustus 2026.

Salah satu warga yang terdampak adalah Claudio Lilio, 51 tahun, pemilik toko kecil yang berada di dekat pertemuan Sungai San Mateo dan Sungai Marikina. Menurut Lilio, kawasan tempat tinggalnya kerap menjadi lokasi penampungan air setiap kali hujan deras turun. (REUTERS/Eloisa Lopez)

Rolly Gatan minum kopi bersama tetangganya, Jair Paredes, sembari duduk di rumah Paredes yang terendam banjir akibat hujan monsun barat daya di Bagong Silangan, Quezon City, Filipina, pada 10 Agustus 2026.

Banjir membuat Lilio kehilangan penghasilan selama hampir tiga hari. Meski telah berupaya mengamankan barang dagangannya, air tetap menghanyutkan sejumlah barang, termasuk meja dan kursi yang biasa digunakan keluarganya untuk makan. (REUTERS/Eloisa Lopez)

Seorang pria mengumpulkan sampah menggunakan alat penyaring darurat di sebuah desa yang terendam banjir akibat hujan monsun barat daya di Bagong Silangan, Quezon City, Filipina, pada 10 Agustus 2026.

Badan penanggulangan bencana nasional menyatakan sekitar 110.000 keluarga terdampak peningkatan intensitas hujan muson yang telah berlangsung sejak 3 Agustus. Kondisi tersebut dipicu interaksi angin muson dengan serangkaian badai yang datang secara beruntun. (REUTERS/Eloisa Lopez)

Warga yang membawa barang-barang mereka berjalan menerjang banjir di sebuah desa di tengah hujan monsun barat daya di Bagong Silangan, Quezon City, Filipina, pada 10 Agustus 2026. (REUTERS/Eloisa Lopez)

Warga melintasi banjir setinggi pinggang setelah hujan lebat semalaman di Barangay Marulas, Kawit, Cavite, Filipina, 9 Agustus 2026.

Seorang anak laki-laki memegang lumpia mentah saat berjalan menerjang banjir setelah hujan deras semalam di Barangay Marulas, Kawit, Cavite, Filipina, pada 9 Agustus 2026.

Seorang pria beristirahat saat hujan muson barat daya menggenangi sebuah desa di Bagong Silangan, Kota Quezon, Filipina, 10 Agustus 2026.

Rolly Gatan minum kopi bersama tetangganya, Jair Paredes, sembari duduk di rumah Paredes yang terendam banjir akibat hujan monsun barat daya di Bagong Silangan, Quezon City, Filipina, pada 10 Agustus 2026.

Seorang pria mengumpulkan sampah menggunakan alat penyaring darurat di sebuah desa yang terendam banjir akibat hujan monsun barat daya di Bagong Silangan, Quezon City, Filipina, pada 10 Agustus 2026.