Bandara Jember-SAR Banyuwangi perkuat kesiapsiagaan SAR penerbangan - ANTARA News Jawa Timur
Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Bandara Notohadinegoro Jember menggandeng Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banyuwangi untuk memperkuat kesiapsiagaan SAR penerbangan di bandara setempat melalui penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) yang dilaksanakan di Kabupaten Jember, Kamis.
"Kami terus memperkuat aspek keselamatan dan kesiapsiagaan dalam mendukung operasional serta pengembangan kembali Bandara Notohadinegoro Jember," kata Kepala Dinas Perhubungan Jember Gatot Triyono, di Jember, Jawa Timur, Kamis.
Menurutnya, kerja sama itu menjadi bagian penting dalam membangun sistem kesiapsiagaan dan respons cepat terhadap kemungkinan terjadinya kondisi darurat, kecelakaan penerbangan, maupun kejadian lain yang membutuhkan operasi pencarian dan pertolongan di kawasan Bandara Notohadinegoro dan wilayah sekitarnya.
"Melalui PKS itu, kami memperkuat koordinasi dalam penyelenggaraan kegiatan pencarian dan pertolongan (SAR), termasuk kesiapsiagaan personel, komunikasi kedaruratan, koordinasi pengerahan sumber daya, serta pelaksanaan latihan dan simulasi penanganan keadaan darurat," tuturnya.
Gatot berharap kerja sama dengan Kantor SAR Banyuwangi juga dapat memastikan adanya mekanisme penanganan yang cepat, tepat, terkoordinasi dan terintegrasi apabila terjadi keadaan yang membahayakan keselamatan penumpang, awak pesawat maupun masyarakat di sekitar bandara.
"Bagi Jember, penguatan aspek keselamatan dan kesiapsiagaan SAR merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya meningkatkan kepercayaan masyarakat serta mendukung konektivitas udara melalui Bandara Notohadinegoro," katanya.
Pihaknya berharap sinergi antara pengelola bandara, Kantor SAR Banyuwangi, dan seluruh unsur terkait semakin kuat sehingga standar kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat penerbangan dapat terus ditingkatkan.
“Keselamatan adalah prioritas utama. Kerja sama dengan Kantor SAR Banyuwangi merupakan langkah konkret untuk memastikan kesiapsiagaan dan kecepatan respons apabila terjadi kondisi darurat di Bandara Notohadinegoro maupun wilayah sekitarnya," ujarnya.
Ia mengatakan kerja sama itu sekaligus menjadi wujud komitmen bersama untuk menghadirkan layanan transportasi udara yang aman, nyaman, dan terpercaya bagi masyarakat Jember dan wilayah Tapal Kuda.
Sementara itu, Kepala Kantor SAR Banyuwangi I Made Oka Astawa mengatakan bahwa kerja sama dengan Bandar Udara Notohadinegoro memiliki arti penting dalam memperkuat sistem keselamatan penerbangan.
“Kerja sama itu bukan sekadar dokumen formal, tetapi merupakan komitmen bersama untuk memastikan setiap unsur memahami tugas, peran, prosedur, dan mekanisme koordinasi ketika terjadi keadaan darurat,” katanya.
Penandatanganan PKS tersebut merupakan bentuk komitmen bersama untuk membangun koordinasi yang efektif, cepat, tepat, dan terintegrasi apabila terjadi kondisi yang membutuhkan pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan.
Ia menjelaskan, meningkatnya aktivitas penerbangan harus diiringi dengan kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi berbagai kemungkinan kedaruratan. Untuk itu, diperlukan kesiapan personel, sarana dan prasarana, komunikasi, serta prosedur operasi yang jelas.
Menurutnya, sinergi tersebut akan terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan, antara lain pertukaran informasi, peningkatan kapasitas personel, latihan bersama, table top exercise, simulasi penanganan keadaan darurat, serta evaluasi terhadap prosedur dan mekanisme koordinasi.
“Dalam operasi SAR, kecepatan, ketepatan dan keselamatan merupakan satu kesatuan, sehingga harus mampu bergerak cepat, mengambil tindakan yang tepat, terkoordinasi, dan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel yang terlibat,” ujarnya.
Melalui PKS itu diharapkan terbangun pola koordinasi yang semakin kuat antara Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi dengan Bandar Udara Notohadinegoro Jember, khususnya dalam menghadapi kecelakaan pesawat udara, kondisi darurat penerbangan, maupun kejadian lain yang membutuhkan respons SAR.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.