Bandara Husein Dibuka Kembali, KCIC Yakin Whoosh Tetap Diminati |Republika Online
Para gadis yang mengenakan busana khas Tari Merak Sunda menyambut menumpang Kereta Cepat Whoosh Jakarta-Bandung di Stasiun Padalarang, Kabupaten Bandung Barat dalam rangka HUT ke-81 RI dan Jawa Barat, Rabu (19/8/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) optimistis Kereta Cepat Whoosh Jakarta-Bandung tetap diminati penumpang meskipun Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung sudah dibuka kembali untuk pelayanan komersial. Hal itu berpotensi menambah persaingan antarmoda transportasi di kawasan Bandung Raya.
Manager Corporate Communications KCIC Emir Monti mengatakan, KCIC menilai kehadiran kembali penerbangan komersial yang sudah lama hiatus itu tidak akan menggerus jumlah penumpang Whoosh karena kereta cepat tersebut memiliki daya tarik tersendiri yang berbeda dari moda transportasi lainnya.
"Namun, kami melihat Whoosh ini masih diminati masyarakat karena di sini bukan hanya sebagai moda transportasi, tapi sebagai destinasi yang patut dicoba masyarakat yang ingin ke Bandung," kata Emir di Stasiun Whoosh Padalarang, Sabtu (22/8/2026).
Menurut Emir, kedua moda transportasi, baik Kereta Cepat Whoosh maupun pesawat via Bandara Husein Sastranegara, sudah memiliki pasar masing-masing dan saling melengkapi.
"Jadi, dengan dibukanya Bandara Husein Sastranegara, KCIC melihat ini melengkapi transportasi menuju wilayah Bandung. Memang ada penumpang yang membutuhkan menggunakan pesawat maupun kereta cepat, itu sesuai kebutuhan masing-masing," ujar Emir.
Meski Bandara Husein Sastranegara sudah aktif kembali, lanjut dia, jumlah harian penumpang yang menggunakan Kereta Cepat Whoosh, baik dari Jakarta ke Bandung maupun sebaliknya, masih normal dan tidak ada penurunan.
"Jadi, sudah ada pasarnya masing-masing. Sekarang masih normal," ucap Emir.
Berdasarkan data Agustus 2026, tiga stasiun Whoosh di Jawa Barat mencatat rata-rata lebih dari 18 ribu aktivitas keberangkatan dan kedatangan penumpang setiap hari. Berdasarkan volumenya, Stasiun Padalarang mencatat sekitar 13 ribu penumpang naik dan turun per hari, Tegalluar Summarecon sekitar 5 ribu penumpang per hari, dan Karawang sekitar 1.000 penumpang per hari.