gop-crypto.vip

Balikpapan perketat seleksi sopir dinas usai penangkapan WS - ANTARA News Kalimantan Timur

Balikpapan (ANTARA) - Pemerintah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, memperketat seleksi dan pengawasan terhadap pengemudi kendaraan dinas pejabat pascapenangkapan seorang oknum sopir berinisial WS yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran gelap narkotika internasional.

Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo di Balikpapan, Sabtu, menyatakan bahwa meskipun status pengemudi tersebut merupakan tenaga alih daya (outsourcing) dari pihak vendor, pemerintah daerah selaku pengguna jasa tetap memiliki kewenangan penuh untuk menetapkan kualifikasi yang ketat.

"Selain asesmen sederhana untuk mengetahui identitas dan asal-usul, pengguna jasa juga berhak mengetahui karakter hingga motivasi kerja dari calon pengemudi,” ujar Bagus.

Ia menjelaskan, pengadaan jasa pengemudi maupun sewa operasional kendaraan dinas tersebut dikelola langsung oleh Bagian Umum Pemerintah Kota Balikpapan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang (DPPR) Kota Balikpapan Irma Pertiwi A Musa menegaskan bahwa tindakan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh WS merupakan tanggung jawab pribadi yang bersangkutan.

Ia memastikan bahwa penangkapan tersebut terjadi di luar jam kerja resmi dan tidak dalam situasi kedinasan atau lembur.

Sebelumnya, Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Kalimantan Timur menangkap WS yang merupakan sopir dinas Kepala DPPR bersama seorang rekannya berinisial IN pada Rabu (2/9) sekitar pukul 18.00 WITA.

Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim Kombes Pol Romylus Tamtelahitu mengungkapkan, kedua tersangka dicegat petugas di kawasan Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Gunung Sari Ilir, Balikpapan Tengah, saat mengendarai mobil dinas berjenis Toyota Innova Zenix.

Dalam operasi tangkap tangan tersebut, pihak kepolisian menyita sejumlah barang bukti berupa 16 butir pil ekstasi serta paket narkotika jenis sabu-sabu yang disimpan di dalam mobil operasional tersebut.

Saat ini, WS telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan berperan sebagai pengedar narkoba. Pihak kepolisian masih terus melakukan pengembangan penyelidikan guna membongkar jaringan peredaran narkotika yang diduga berasal dari Malaysia tersebut.

Pewarta: Arumanto/Novi Abdi
Editor : M.Ghofar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.