gop-crypto.vip

Balai Dalkarhut tingkatkan patroli antisipasi karhutla di Sumsel

Balai Dalkarhut tingkatkan patroli antisipasi karhutla di Sumsel

Minggu, 12 Juli 2026 10:42 WIB

Image Print

Petugas Manggala Agni sedang memadamkan kebakaran di Kecamatan Gandus, Kota Palembang, Sumsel. ANTARA/HO/Manggala Agni

Palembang (ANTARA) - Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Kementerian Kehutanan Wilayah Sumatera meningkatkan patroli di sejumlah titik rawan sebagai langkah mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan yang diperkirakan meningkat dalam sepekan ke depan.

Kepala Balai Dalkarhut Kementerian Kehutanan Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto di Palembang, Sabtu, mengatakan peningkatan potensi karhutla tersebut terpantau berdasarkan indikator Fine Fuel Moisture Code (FFMC) dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menunjukkan tingkat kemudahan bahan bakar permukaan untuk terbakar berada pada kategori tinggi.

"FFMC dari BMKG memberikan prediksi seminggu ke depan, tingkat kemungkinan kejadian kebakaran akan meningkat di seluruh Sumatera, termasuk di Sumsel. Kami akan menempatkan tambahan personel di sekitar Indralaya, kemudian frekuensi patroli kami tambah pada titik-titik rawan," katanya.

Ia menjelaskan, penambahan personel dilakukan untuk mempercepat respons apabila ditemukan titik api, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi selama musim kemarau.

Selain memperkuat patroli darat, Balai Dalkarhut juga terus mendistribusikan informasi titik panas kepada perusahaan perkebunan dan hutan tanaman industri (HTI), khususnya di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), agar upaya penanganan dini dapat dilakukan lebih cepat.

"Apabila ditemukan visual udara dari patroli udara kami, informasi langsung kami bagikan kepada perusahaan-perusahaan kebun atau HTI di OKI. Mereka sudah memiliki regu pengendalian kebakaran yang juga telah kami latih sehingga jejaring ini dapat mempercepat tindakan dini," jelasnya.

FFMC merupakan indikator yang menunjukkan tingkat kekeringan bahan-bahan ringan yang mudah terbakar di lapisan atas permukaan tanah, seperti humus, serasah daun kering, alang-alang, dan material sejenis.

Meskipun kondisi cuaca meningkatkan potensi terjadinya karhutla, faktor utama penyebab kebakaran tetap berasal dari aktivitas manusia, baik yang disengaja maupun akibat kelalaian.

Ia mencontohkan pembakaran lahan atau sampah serta membuang puntung rokok di lahan gambut yang sangat kering dapat memicu kebakaran, terutama ketika disertai angin kencang dan melimpahnya bahan bakar alami di permukaan tanah.

Maka dari itu, Balai Dalkarhut mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran terbuka dan lebih berhati-hati dalam beraktivitas di sekitar kawasan hutan maupun lahan gambut selama periode peningkatan potensi karhutla.

Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026