Bakso Candik Ayu: Gurih Mantap! Bakso Favorit Raisa Cuma Rp25 Ribu
Jakarta -
Bakso gerobakan sederhana di garasi rumah Pasar Minggu ini viral setelah disebut Raisa sebagai makanan favoritnya. Semangkuk bakso dibanderol cukup terjangkau, hanya Rp25 ribu isi 6-7 butir!
Raisa memeriahkan tren media sosial dengan mengungkap makanan-makanan favorit yang tak bisa ia berhenti pikirkan. Dari 10 daftar yang diungkap lewat unggahan TikTok @raisa6690 (16/9), ia memasukkan Bakso Candik Ayu di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
"Aku kan pencinta bakso, jadi aku udah nyobain banyak bakso. Ini salah satu yang paling enak. Kamu siap-siap aja kalau pesan di aplikasi gitu, pas datang, kamu buka, seluruh ruangan kamu bau warung bakso. Se-fragrant itu," kata penyanyi 36 tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tim detikFood pun penasaran mencicipi bakso favorit pelantun Serba Salah ini, terlebih belakangan banyak netizen melaporkan, Bakso Candik Ayu semakin ramai antrean usai disebut Raisa.
| Detail Informasi | |
| Nama Tempat Makan | Bakso Candik Ayu |
| Alamat | Perumahan Rawa Bambu 1, Jalan D, Nomor 11 Pasar Minggu, Jakarta Selatan |
| No Telp | 0813-1024-8827 |
| Jam Operasional | 14.30-21.00 |
| Estimasi Harga | Rp25 ribu |
| Tipe Kuliner | Bakso |
| Fasilitas |
|
Bakso 'hidden gem' di garasi perumahan Pasar Minggu
Bakso Candik Ayu berlokasi di dalam perumahan Rawa Bambu 1, Pasar Minggu. Foto: Andi Annisa DR/detikfood
Berbekal peta online, kami berhasil menemukan Bakso Candik Ayu yang terbilang 'hidden' alias tersembunyi di dalam gang-gang perumahan. Lokasi tepatnya di Perumahan Rawa Bambu 1.
Gerobak Bakso Candik Ayu menempati bagian depan garasi rumah. Tampilannya makin mencuri perhatian dengan boks neon berisi informasi nomor telepon mereka.
Kami datang sekitar pukul 17.30. Tampak belasan pengunjung sudah antre untuk makan di tempat maupun dibawa pulang. Antreannya dibedakan dalam dua lajur berbeda.
Sementara itu, area garasi rumah yang hanya bisa menampung sekitar 30an pengunjung, sudah terisi penuh. Jadi bagi yang mau santap di tempat, harus sabar menunggu giliran meja kosong.
Bakso khas Wonogiri sejak 1978
Gerobak Bakso Candik Ayu menempati area garasi rumah. Foto: Andi Annisa DR/detikfood
Kami berbincang dengan pemilik Bakso Candik Ayu, Tino Rahayu (72), usai dirinya selesai melayani pelanggan sekitar pukul 18.30. Pak Tino menuturkan usaha baksonya sudah sejak 1978.
Dahulu gerobaknya mangkal di seberang area sekarang. Namun baru sekitar 10 tahun terakhir, ia menyewa garasi rumah yang kini ditempati. Mobilitasnya diakui mudah karena rumah Pak Tino hanya berjarak beberapa meter saja dari lokasi sekarang.
Pak Tino meracik adonan dan kuah bakso sendiri. Ia mengaku tidak ada rahasia dalam pembuatannya. Rasa gurih ngaldu yang kuat didapat dari penggunaan banyak bumbu, kikil, dan urat sapi dalam proses perebusan kaldu.
Dalam sehari, kini Pak Tino bisa mengolah 60 kilogram (kg) daging sapi. Permintaan yang tinggi membuat warung baksonya bisa tutup dalam hitungan 3-4 jam saja. Seperti saat kami mampir, menu bakso sudah ludes terjual pukul 18.30, sekitar 3,5 jam berselang dari waktu mereka buka pukul 15.00.
Semakin viral setelah disebut Raisa
Anak perempuan Pak Tino yang ikut bantu jualan mengungkap warung bakso keluarganya viral setelah banyak orang menginformasikan via unggahan media sosial, terlebih usai Raisa mengungkap Bakso Candik Ayu sebagai favoritnya.
Ia mengatakan Raisa tak pernah datang langsung ke warungnya, tapi pesan melalui aplikasi ojek online (ojol). "Saya juga tahu dari drivernya yang ambil pesanan. Terus dia (driver) cerita lah gitu (kalau yang pesan Raisa)," ujar anak Pak Tino.
Kini antrean Bakso Candik Ayu dikabarkan semakin mengular. Banyak orang rela menunggu lebih dari 30 menit untuk bawa pulang atau menikmati bakso ini di tempat.
Racikan bakso sederhana yang nikmat
Semangkuk Bakso Candik Ayu dibanderol Rp25 ribu. Foto: Andi Annisa DR/detikfood
Bakso Candik Ayu hanya menyediakan satu menu bakso. Tak ada bakso urat atau bakso telur seperti di warung bakso kebanyakan. Harga seporsinya sama, Rp25 ribu.
Pembedanya hanya pada pelengkap. Pembeli bisa pesan bakso polos atau dengan pelengkap mie/bihun. Jika pesan bakso polos, maka akan dapat 7 butir. Namun jika pakai pelengkap, baksonya hanya 6 butir. Untuk topping urat dan kikil sapi sudah termasuk.
Kesan pertama kami mengenai bakso Candik Ayu adalah harum gurihnya yang semerbak! Kepulan asap dari dalam panci bakso yang terus menguar juga membuat aroma gurih ini semakin tersebar.
Racikan baksonya simpel, hanya berupa bakso kecil halus, irisan seledri, pelengkap mie atau bihun, serta topping urat dan kikil. Kuahnya tipe yang bening agak keruh dengan konsistensi kekentalan yang pas.
Sluurpp! Cita rasa gurih bawang putih terjejak paling dominan. Pelengkap mie dan bihunnya terasa lebih premium dibanding milik warung-warung bakso lain karena teksturnya lebih lembut dan agak lebih tebal.
Yang paling juara tentu saja baksonya! Teksturnya pas menurut kami, tidak terlalu garing maupun lembut. Rasa 'dagingnya' juga kuat dalam setiap gigitan.
Urat dan kikil sapi yang jadi topping bakso. Foto: Andi Annisa DR/detikfood
Topping urat dan kikil sapinya juga benar-benar menambah kenikmatan. Irisannya cukup tebal dengan porsi royal. Saat digigit, teksturnya super empuk dan lembut, tak 'melawan' ketika dikunyah.
Cita rasa bakso Candik Ayu bisa disempurnakan dengan tambahan sambal merah yang pedasnya juga lumayan kuat. Bagi yang suka lebih manis, tersedia tambahan kecap manis di setiap meja.
Nah, kalau kamu ngiler mencicipi kelezatan bakso Candik Ayu, pastikan datang atau pesan lebih awal. Jika sudah semakin sore, pesanannya makin membludak sehingga butuh kesabaran ekstra untuk mendapatkannya!
Ingin tempat makan dan produk Anda direview oleh Detikfood? Kirim email ke [email protected]
Halaman 2 dari 2
(adr/adr)