gop-crypto.vip

Bahlil Sebut Subsidi LPG Berpotensi Tembus Rp100 Triliun - Energi Katadata.co.id

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia mengatakan angka subsidi liquified petroleum gas (LPG) 3 kilogram (kg) dapat mencapai Rp100 triliun. Hal tersebut dipengaruhi oleh kondisi geopolitik yang terjadi saat ini.

Bahlil mengatakan angka konsumsi LPG masyarakat mencapai 8,5 juta ton. Jika ditambah dengan industri, maka total kebutuhan LPG RI mencapai 11-12 juta ton. 

Padahal kemampuan produksi LPG domestik hanya sebesar 1,8 juta ton saja per tahun. Hal ini membuat Indonesia harus mengimpor setidaknya 7-8 juta ton untuk memenuhi kebutuhan. 

Tahun ini, pemerintah menganggarkan subsidi LPG sebanyak Rp 87 triliun melalui perhitungan harga rata-rata minyak Indonesia (ICP) US$ 70 per barel. 

“Tapi begitu rata-rata ICP di angka US$ 90-100 per barel, subsidi (LPG) kita hampir Rp 100 triliun,” kata Bahlil dalam peresmian Kilang LPG Cilamaya, Karawang, Jawa Barat, Jumat (16/10).

Dia menyebut tingginya proyeksi angka subsidi ini membuat banyak devisa Indonesia keluar. Meskipun subsidi ini diberikan untuk masyarakat.

Pria yang juga menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan dunia saat ini berada dalam ketidakpastian di tengah terjadinya perang Israel-Palestina, AS-Israel-Iran, Rusia-Ukraina, serta perang di Arab Saudi dengan kelompok Houthi.

“Hampir semua dunia sekarang berpikir tentang bagaimana bisa mengamankan sektor energi mereka dari dalam negeri mereka masing-masing,” ujarnya.

Proyeksi Kuota LPG Subsidi Jebol

Kementerian ESDM memproyeksikan realisasi penyaluran subsidi LPG 3 kilogram (kg) melampaui kuota atau jebol tahun ini. Pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, kuota subsidi LPG mencapai 8 juta metrik ton (mt). 

“Untuk 2026 prognosanya (hingga akhir tahun) sebesar 8,677 juta mt,” kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman dalam rapat dengar pendapat Komisi XII DPR RI, Rabu (26/8). 

Dengan angka tersebut, maka diprediksi kuota LPG subsidi jebol 677 ribu mt atau 8,46%. Penghitungan prognosa ini berdasarkan perhitungan rata-rata penyaluran harian tiap kabupaten dan kota pada periode Januari-Juli.

Senada, Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza juga mengatakan berdasarkan prediksi perusahaan, prognosa penyaluran subsidi Pertalite juga melampaui target tahun ini, di atas 8,5%. 

“Untuk LPG tabung 3 kg pendorong utamanya adalah pertumbuhan penduduk nasional serta pertumbuhan ekonomi yang serupa. Selain itu kebutuhan menjaga ketersediaan menjelang periode natal dan tahun baru (2027),” ujar Oki dalam kesempatan yang sama.