gop-crypto.vip

Bahlil Buka Tahap Perdana PLTS 100 GW, Bali Dipilih Jadi Lokasi Awal, Tinggal Tunggu Prabowo

Selasa, 04 Agustus 2026, 16:19 WIB

Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah mulai mempersiapkan langkah awal pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW). Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, Bali dipilih sebagai lokasi pelaksanaan tahap pertama proyek strategis tersebut.

Namun, Bahlil mengatakan peluncuran proyek masih menunggu jadwal Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan peresmian secara resmi.

Menurut Bahlil, pemerintah saat ini tengah mengupayakan agar agenda peresmian bisa segera dilakukan. Ia berharap proyek tersebut menjadi penanda dimulainya pembangunan PLTS terbesar yang pernah dirancang pemerintah.

"Nanti saya lagi usahakan meminta jadwal Bapak Presiden untuk kita peresmian tahap pertama terhadap PLTS 100 gigawatt tahap pertama. Mungkin kita akan buat di Bali," ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta.

Bahlil menjelaskan proyek PLTS 100 GW telah masuk ke dalam revisi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025-2034. Dengan masuknya proyek tersebut ke dalam dokumen perencanaan nasional, pemerintah optimistis pelaksanaannya dapat berjalan sesuai target.

Ia menilai seluruh tahapan pembangunan telah disusun melalui perencanaan yang matang sehingga eksekusi proyek dapat dilakukan secara bertahap.

"Kan kita buat masterplan dengan perencanaan," katanya.

Sebelumnya, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menjelaskan percepatan pembangunan PLTS 100 GW dilakukan bersamaan dengan penyusunan regulasi dasar sebagai landasan pelaksanaan proyek.

Selain regulasi, pemerintah juga memprioritaskan penyediaan lahan yang dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung percepatan pembangunan pembangkit energi surya tersebut.

"Terkait dengan kelistrikan, kita berusaha untuk memperkuat sistem kelistrikan secara nasional, dan di antaranya adalah eksekusi arahan Presiden untuk PLTS 100 gigawatt," kata Yuliot.

Ia menjelaskan pemerintah bersama sejumlah kementerian dan lembaga telah berkoordinasi dengan Kementerian ATR/BPN untuk mengidentifikasi lokasi yang dapat dimanfaatkan sebagai kawasan pembangunan.

Hasil pemetaan menunjukkan terdapat sekitar 24.000 hektare lahan di Pulau Jawa yang dinilai memiliki potensi untuk mendukung pengembangan proyek PLTS berskala besar tersebut.

Baca Juga: Kendaraan EV LFP Gempur Pasar RI, Bahlil Sebut Baterai Nikel Masih Unggul

Meski memiliki target akhir mencapai kapasitas 100 GW, pemerintah tidak akan langsung membangun seluruh proyek secara bersamaan.

Tahap awal akan dimulai dengan pembangunan PLTS berkapasitas 17 GW yang didukung Battery Energy Storage System (BESS) sebesar 33 GW guna menjaga stabilitas pasokan listrik dari energi surya.

"Percepatan akan kita mulai dengan membangun 17 gigawatt terlebih dahulu. Dan juga ada battery energy storage atau BESS yang kita bangun sekitar 33 gigawatt," ujar Yuliot.

Pemerintah juga menargetkan penambahan kapasitas pembangkit energi terbarukan sebesar 17 GW sepanjang 2026. Program tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) sekaligus mempercepat transisi menuju energi bersih di Indonesia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama