Atasi Kebakaran Hutan Kalimantan, Modifikasi Cuaca Dioptimalkan
Untuk Kalimantan Selatan, pemerintah masih memantau perkembangan cuaca, titik panas (hotspot), dan kondisi karhutla secara intensif. Pelaksanaan OMC akan ditentukan berdasarkan ketersediaan awan potensial dan kebutuhan penanganan di lapangan.
“Mengingat OMC sangat bergantung pada kondisi atmosfer, operasi hanya dapat dilakukan apabila tersedia awan yang memenuhi persyaratan teknis untuk penyemaian,” katanya.
Pemerintah menegaskan OMC bukan satu-satunya upaya penanganan karhutla. Pemadaman darat, patroli terpadu, pendinginan lokasi, serta penguatan personel dan sarana tetap dilakukan untuk mencegah kebakaran meluas.
“Evaluasi kondisi cuaca dan operasi lapangan dilakukan secara berkala untuk memastikan setiap langkah penanganan dilaksanakan secara cepat, tepat sasaran, dan terkoordinasi,” kata Ristianto.
Armada Udara Ditambah
Selain OMC, pemerintah menambah dukungan armada udara untuk menangani karhutla, khususnya di Kalimantan Tengah.
Armada tersebut terdiri atas helikopter patroli, pesawat patroli fixed wing, dan helikopter water bombing. Pengerahan armada udara ditujukan untuk membantu satuan tugas darat menjangkau titik api yang sulit diakses melalui jalur darat.
Ristianto mengatakan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni telah berkoordinasi dengan Kepala BNPB untuk menambah dukungan armada udara bagi operasi water bombing di Kalimantan Tengah.
“Penambahan armada diharapkan meningkatkan jangkauan operasi, khususnya pada lokasi yang sulit diakses dan membutuhkan pembasahan dari udara. Namun, pengerahan armada tetap harus mempertimbangkan jarak pandang, kondisi asap, cuaca, serta standar keselamatan penerbangan,” kata Ristianto.
Kondisi asap yang pekat dalam dua hari terakhir menjadi salah satu kendala operasi udara, terutama di sekitar Jabiren dan Tanjung Taruna hingga kawasan Taman Nasional Sebangau.
Asap tebal dapat membatasi jarak pandang pilot terhadap sasaran maupun jalur penerbangan.
“Dalam kondisi jarak pandang yang tidak memenuhi standar keselamatan, helikopter tidak dapat dipaksakan menjangkau lokasi pemadaman,” katanya.
Meski operasi udara terkendala, penanganan karhutla tetap berjalan. Ketika kondisi atmosfer belum mendukung OMC atau jarak pandang belum aman untuk water bombing, satuan tugas darat tetap melakukan pemadaman, penyekatan, pembasahan, pendinginan, dan penjagaan di lokasi rawan.
“Strategi operasi terus disesuaikan berdasarkan kondisi aktual di lapangan,” ujarnya.