ASUS kembangkan Zenni Claw untuk jalankan layanan AI langsung dari komputer - ANTARA News Kalimantan Timur
Balikpapan (ANTARA) - ASUS mengembangkan perangkat lunak kecerdasan buatan (AI) yang berfungsi sebagai AI hub atau AI launcher (pengelola berbagai layanan AI dalam satu aplikasi) bernama Zenni Claw. Aplikasi ini memungkinkan pengguna menjalankan berbagai layanan AI langsung dari komputer, baik saat terhubung maupun tanpa koneksi internet.
“Setelah perantinya dipasang atau diinstall, maka ia bisa menjalankan beberapa layanan AI. Pengguna tinggal menghubungkan akun yang sudah dimiliki di Zenni Claw,” kata Head of Corporate Communications ASUS Indonesia Muhammad Firman, di Pontianak, Minggu.
AI yang dimaksud adalah layanan berbasis cloud seperti ChatGPT, Gemini, atau Claude.
Pada pertengahan pekan ini, Firman dan tim ASUS Indonesia memperkenalkan laptop ASUS ExpertBook Ultra kepada ratusan jurnalis dari berbagai kota di Kalimantan di Pontianak, Kalimantan Barat. ExpertBook Ultra merupakan perangkat yang sudah disertai Zenni Claw sebagai layanan bawaan.
Firman menyebut Zenni Claw sebagai AI agentic (agen AI yang bisa bekerja otomatis). Aplikasi ini dapat digunakan pada komputer atau laptop, desktop, dan AllinOne PC ASUS selama perangkat memenuhi spesifikasi yang diminta. Untuk menjalankan AI lokal berukuran besar, Zenni Claw membutuhkan vRAM 24 GB, RAM 16 GB, dan ruang penyimpanan minimal 40 GB (syarat untuk pemrosesan AI lokal, bukan syarat instalasi umum).
Ia menjelaskan bahwa pengembangan Zenni Claw diarahkan untuk edukasi dan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatan laptop berbasis AI. Firman mengatakan masih banyak pengguna yang mempertanyakan kegunaan laptop AI dalam aktivitas seharihari.
Dalam sesi media di Pontianak, ASUS memaparkan bahwa ExpertBook Ultra menjadi bagian dari lini perangkat komersial yang dibekali prosesor dengan dukungan pemrosesan AI lokal (AI yang berjalan langsung di laptop). Dukungan tersebut memungkinkan sejumlah pekerjaan AI dijalankan tanpa koneksi internet.
Technical PR ASUS Business Indonesia Said Dahda mengatakan kemampuan laptop dalam menjalankan AI secara lokal dipengaruhi spesifikasi perangkat, termasuk Neural Processing Unit (NPU) (chip khusus untuk tugas AI), RAM, dan GPU. NPU dapat digunakan untuk pekerjaan AI tertentu tanpa koneksi internet, seperti membuat transkrip rapat, merangkum pertemuan, atau menyederhanakan dokumen.
Sementara itu, pekerjaan yang membutuhkan komputasi lebih besar, seperti agentic AI dan generative AI, memerlukan dukungan GPU. Dahda menyebut laptop dengan RAM 64 GB dan prosesor tertentu yang memiliki kemampuan GPU tinggi berpotensi menjalankan berbagai pekerjaan AI secara offline.
“Tidak selalu harus menggunakan laptop dengan kartu grafis kelas atas. Laptop tipis dengan spesifikasi yang tepat juga bisa menjalankan AI secara lokal,” ujarnya.
Firman menyebut Zenni Claw saat ini mulai digunakan oleh early adopter atau pengguna yang cepat mencoba teknologi baru, dan power user, pengguna yang sudah mahir memakai fitur-fitur lanjutan dan biasa memberi masukan bagi pengembang.
Pewarta: Novi Abdi
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.