Aston Martin tujuh kali bangkrut, kini kembali hutang Rp13,2 triliun
Jakarta (ANTARA) -
Aston Martin telah mengajukan kebangkrutan sebanyak tujuh kali sepanjang sejarahnya, dan kini, perusahaan berhasil memperoleh pendanaan utang baru senilai 550 juta poundsterling atau sekitar Rp13,2 triliun, tepat ketika kondisi keuangannya tampak semakin sulit.
Laman Carscoops, Kamis (23/7) waktu setempat melaporkan, kesepakatan pendanaan baru ini dipimpin oleh HPS Investment Partners dan mencakup pinjaman berjangka dengan jaminan senilai 450 juta pound sterling (Rp10,7 triliun) serta pinjaman berjangka yang dapat dicairkan kemudian senilai 100 juta poundsterling (sekitarRp2,4 triliun). Selain itu, perusahaan juga memperoleh kapasitas penambahan utang yang diizinkan juga sebesar 100 juta poundsterling.
Baca juga: Intip Aston Martin AMB 001 Pro, "superbike" langka koleksi Sahroni
Perusahaan asal Inggris tersebut menjelaskan bahwa dana sebesar 450 juta poundsterling akan digunakan untuk melunasi fasilitas kredit bergulir super senior senilai 170 juta poundsterling (kisaran Rp4 triliun), serta pinjaman sebesar 20 juta poundsterling (Rp478,6 miliar) yang sebelumnya ditarik dari fasilitas senilai 50 juta poundsterling (Rp1,2 triliun) yang disediakan oleh anggota Yew Tree Consortium, yang dipimpin oleh salah satu pemilik Aston Martin, miliarder Lawrence Stroll.
"Pendanaan utang baru sebesar 550 juta poundsterling ini secara signifikan memperkuat likuiditas kami, memberikan ketahanan tambahan sekaligus fleksibilitas yang lebih besar untuk menjalankan rencana produk saat ini maupun di masa mendatang," ujar Chief Financial Officer Aston Martin, Doug Lafferty.
Aston Martin mengatakan pihaknya menargetkan peningkatan kinerja keuangan dibandingkan tahun sebelumnya, meningkatkan arus kas, serta memperbaiki margin keuntungan. Perusahaan berharap dapat mencapainya melalui "bauran produk yang lebih baik dari portofolio model inti dan model khusus di masa depan."
Kabar mengenai pendanaan terbaru ini muncul hanya beberapa bulan setelah beredar laporan bahwa raksasa otomotif asal China, Geely, berpotensi mengambil alih Aston Martin. Geely saat ini telah memiliki Lotus dan London Electric Vehicle Company, sementara pendiri sekaligus ketuanya, Li Shufu, dikenal memiliki ketertarikan yang kuat terhadap mobil-mobil asal Inggris.
Masih harus dilihat apakah para pemilik dan investor Aston Martin saat ini akan menyambut baik meningkatnya pengaruh Geely di perusahaan tersebut. Namun, Geely berpeluang memanfaatkan penurunan nilai pasar Aston Martin, yang sebelumnya pernah mencapai sekitar 4,3 miliar poundsterling (Rp103 triliun), tetapi kini tinggal sekitar sepersepuluh dari nilai tersebut.
Baca juga: Aston Martin hadirkan edisi terbatas model Vanquish
Baca juga: Honda dan Aston Martin buka peluang kemitraan mobil jalan raya
Baca juga: Aston Martin merambah bisnis apartemen mewah
Pewarta: Pamela Sakina
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
- Tags
- aston martin
- aston martin bangkrut
- geely