ASN Pemkot Jaksel diminta terapkan pola hidup sehat CERDIK dan DASH
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) meminta agar seluruh aparatur sipil negara (ASN) menerapkan pola hidup sehat melalui pendekatan CERDIK dan Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH).
"Pendekatan tersebut meliputi CERDIK, yakni cek kesehatan secara rutin, enyahkan asap rokok, rutin melakukan aktivitas fisik, diet dengan kalori seimbang, istirahat yang cukup, serta kelola stres dengan baik, baik yang bersumber dari pekerjaan maupun dari luar pekerjaan," kata Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo dalam seminar kesehatan di Jakarta, Kamis.
Dia mengatakan imbauan tersebut menjadi momentum bagi seluruh ASN di lingkungan Kota Jakarta Selatan untuk mengenali sekaligus menerapkan pola hidup sehat melalui pendekatan CERDIK dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, dia mengingatkan pentingnya penerapan pola makan DASH untuk membantu menjaga kesehatan, khususnya mencegah tekanan darah tinggi.
"Pola ini menganjurkan perbanyakan konsumsi sayur, buah, biji-bijian, serta protein sehat, sambil membatasi asupan garam, makanan tinggi lemak, serta mengurangi makanan olahan dan junk food instan," papar Syafrin.
Baca juga: Pemkot Jaksel pastikan karier ASN bebas penilaian subjektif
Menurut dia, kesehatan ASN bukan sekadar urusan pribadi, tetapi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas layanan publik.
"ASN menghadapi beban kerja yang tinggi secara fisik, psikis, dan emosional dari pagi hingga malam, yang sering kali memicu stres. Bahkan, hingga dalam perjalanan pulang ke rumah," ujar Syafrin.
Sementara itu, Kepala Pusat Pelayanan Kesehatan Pegawai Provinsi DKI Jakarta Dwian Andhika mengatakan seminar tersebut merupakan rangkaian kelima dari total delapan kegiatan promosi kesehatan yang direncanakan sepanjang 2026.
Sebelumnya, kegiatan serupa telah diselenggarakan di sejumlah gedung wali kota dan dinas teknis di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"Tujuannya, untuk meningkatkan kesadaran ASN akan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental demi mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat," tutur Dwian.
Dia menyebutkan seminar kali ini mengangkat tema utama hipertensi dan gizi. Pemilihan tema tersebut dilakukan berdasarkan hasil cek kesehatan gratis (CKG) terhadap hampir 2.200 pegawai di lingkungan Kota Jakarta Selatan.
Baca juga: Jaksel beri teguran lisan bagi ASN tak naik transum setiap Rabu
Dari pemeriksaan tersebut, kata dia, terdapat tiga masalah kesehatan yang cukup menonjol di kalangan pegawai, yakni tingginya tingkat obesitas atau kegemukan, kurangnya aktivitas fisik, serta tekanan darah tinggi.
"Melalui kegiatan ini, kami berharap pegawai semakin sadar dan tidak ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan, mengingat prinsip pencegahan jauh lebih baik dari pada penanganan yang terlambat," ungkap Dwian.
Sebagai bentuk dukungan, lanjut dia, akses layanan kesehatan bagi pegawai di lingkungan Kantor Wali Kota Jakarta Selatan juga telah dipermudah. Klinik pegawai yang berada di lantai 1 siap memberikan layanan konsultasi dan terapi, sekaligus memfasilitasi pemindahan kepesertaan BPJS Kesehatan bagi pegawai sehingga akses layanan kesehatan menjadi lebih mudah.
"Melalui peran ASN sebagai ujung tombak Pak Gubernur dalam merealisasikan program-program strategis daerah, menjaga kesehatan jasmani dan rohani menjadi sangat krusial untuk menciptakan lingkungan kerja yang semakin sehat, serta mendongkrak literasi kesehatan pegawai secara menyeluruh," imbuh Dwian.
Baca juga: Pemkot Jaksel imbau ASN manfaatkan medsos untuk serap aspirasi warga
Baca juga: Wali Kota Jaksel ingatkan ASN hindari gratifikasi dan pungli
Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.