Asian Games: Indonesia Targetkan 4 Emas, Ini Cabornya Menurut Erick Thohir
Dian Eko Prasetio
| 13 Agustus 2026, 00:01 WIB

Ketua Umum PSSI Erick Thohir (kedua kanan), saat menyampaikan keterangan jelang pertandingan Chelsea FC melawan AC Milan di Ruang Konferensi Pers Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Selasa (28/7/2026). ANTARA/Fauzan.
AKURAT.CO, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora), Erick Thohir, membeberkan tiga cabang olahraga (cabor) utama yang menjadi tumpuan Tim Indonesia untuk memanen medali emas pada gelaran Asian Games 2026 mendatang.
Tiga cabor andalan tersebut adalah bulutangkis, angkat besi, dan panjat tebing.
Pemerintah sendiri mematok target empat medali emas untuk kontingen Merah Putih. Selain dari tiga cabor unggulan tersebut, peluang menambah pundi-pundi emas juga terbuka lebar dari cabor potensial lainnya.
Meski demikian, Erick Thohir masih enggan membocorkan secara spesifik cabor mana yang diproyeksikan menyumbang satu medali emas tambahan tersebut.
"Empat targetnya, ya ada dari bulutangkis, dari angkat besi, panjat tebing, dan mungkin cabang-cabang olahraga lainnya yang potensinya perak siapa tahu 'kepeleset' jadi emas," kata Erick Thohir di Gedung Kemenpora, Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Anggaran Cair, Erick Thohir Minta Cabor Fokus Kejar Target
Erick menegaskan bahwa Pemerintah telah menuntaskan dukungan anggaran persiapan atlet lewat suntikan dana tambahan sebesar Rp95 miliar.
https://www.akurat.co/arena/881618/anggaran-pelatnas-asian-games-naik-jadi-rp222-miliar-erick-thohir-kalau-ada-hak-atlet-disunat-cabor-lapor-kita
Tambahan tersebut membuat total anggaran Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Asian Games melesat jadi Rp222 miliar di luar alokasi dana pengiriman kontingen yang mencapai Rp61 miliar.
Dengan rampungnya urusan pendanaan, pria yang juga menjabat sebagai Ketum PSSI itu meminta para atlet dan pengurus cabor untuk kembali fokus penuh mematangkan persiapan demi memenuhi target medali yang telah ditetapkan.
"Karena kami Pemerintah sudah bekerja ekstra keras memastikan tadi kesiapan anggaran yang selama ini menjadi kendala," tegasnya.
Lebih lanjut, Erick menekankan bahwa skema penyaluran pendanaan Pelatnas saat ini menggunakan sistem Key Performance Indicator (KPI) yang ketat dan terukur.
Target untuk setiap cabor, nomor pertandingan, hingga individu atlet ditentukan secara spesifik berdasarkan analisis potensi.
Langkah ini diambil demi memastikan efektivitas anggaran negara serta memutus pola pengelolaan Pelatnas yang tidak transparan di masa lalu.
"Cabornya apa, nomornya apa, atletnya siapa. Jadi ini benar-benar targeted. Kita tidak lagi main-main dengan hal-hal yang masa lalu. Jadi kita pastikan semua ada KPI-nya," pungkas Erick.