ASDP terus perkuat pengaturan operasional lintasan Ketapang-Gilimanuk - ANTARA News Jawa Timur
Banyuwangi (ANTARA) - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus memperkuat pengaturan operasional di lintasan Ketapang (Banyuwangi)-Gilimanuk (Bali) dengan mengutamakan keselamatan setelah penyeberangan tersebut sempat beberapa kali mengalami peningkatan antrean kendaraan.
Sejak Jumat (2/10), penyeberangan Ketapang-Gilimanuk mulai lancar, dan pemulihan kondisi tersebut didukung melalui optimalisasi armada, penyesuaian pola operasi kapal dan dermaga, rekayasa lalu lintas, serta koordinasi intensif bersama regulator, operator kapal, kepolisian, pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait lainnya.
Dalam keterangannya di Banyuwangi, Selasa, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo menyampaikan kelancaran arus kendaraan harus tetap berjalan beriringan dengan penerapan standar keselamatan dalam setiap proses pelayanan penyeberangan.
"Fokus kami bukan hanya mempercepat penguraian antrean, tetapi memastikan setiap kendaraan dapat dilayani secara aman sesuai karakteristik kendaraan, kapasitas kapal dan kesiapan fasilitas pelabuhan. Keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama dalam setiap pengaturan operasional," katanya.
Ia memaparkan sebagai bagian dari penguatan operasional, distribusi kendaraan diatur berdasarkan jenis, dimensi dan bobot kendaraan serta disesuaikan dengan karakteristik kapal maupun fasilitas dermaga yang tersedia.
Menurut Heru, Dermaga MB I, II dan III difokuskan untuk melayani kendaraan kecil dan truk sedang, sedangkan Dermaga LCM dan MB IV diarahkan untuk melayani kendaraan logistik berukuran besar, termasuk kendaraan dengan bobot di atas 20 ton.
"Pengaturan ini untuk memastikan proses pemuatan berlangsung secara tertib serta menjaga kesesuaian antara karakteristik kendaraan, kapasitas kapal dan fasilitas sandar, dengan demikian aspek keselamatan dan stabilitas kapal selama pemuatan maupun pelayaran dapat tetap terjaga," ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa langkah tersebut juga sejalan dengan upaya pemerintah menuju penerapan kebijakan zero Over Dimension Over Load (ODOL) 2027.
"Kami dari ASDP mendukung penguatan pengawasan terhadap kendaraan barang sebagai bagian dari upaya bersama meningkatkan keselamatan transportasi dan memastikan kendaraan yang beroperasi memenuhi ketentuan yang berlaku," kata Heru.
Heru menambahkan, dalam mendukung percepatan pemulihan layanan dan ASDP turut memperkuat kapasitas angkut dengan menghadirkan KMP Portlink dan KMP Jatra I sebagai kapal perbantuan untuk mendukung layanan pada lintasan Ketapang-Gilimanuk dan Tanjung Wangi-Lembar.
Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.