ASDP cegah kecelakaan pelayaran dengan edukasi penumpang - ANTARA News Kalimantan Selatan
Batulicin, Kalsel (ANTARA) - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang pelayaran PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Persero Cabang Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, mengedukasi penumpang kapal feri untuk menaati dan mengutamakan keselamatan guna mencegah terjadinya kecelakaan saat berlayar.
Manager Heat Bisnis dan Pelayanan PT ASDP Cabang Batulicin, Andri Papalia, mengatakan penumpang harus menaati peraturan keselamatan yang sudah ditetapkan PT ASDP.
"Ini wajib diperhatikan secara serius untuk mencegah kecelakaan maupun hal-hal yang tidak diinginkan," katanya di Batulicin, Sabtu.
Kemudian penumpang dilarang duduk, atau istirahat di geladak garasi kendaraan, dilarang duduk di pagar kapal, dan mengikuti antrean penumpang saat bongkar muat, tidak terburu-buru saat masuk dan keluar kapal.
Peraturan tersebut kelihatannya sepele, namun Andri menuturkan apabila tidak ditaati dengan baik dan seksama, maka akan menimbulkan kecelakaan yang bisa mengakibatkan kematian.
"Hal ini agar dijadikan perhatian bersama, sebaik apapun aturan yang digunakan akan tetapi jika penumpang maupun pengantar tidak bisa menaati aturan tersebut maka kita tidak bisa menanggung kerugian yang dialami korban," tuturnya.
"Aturan yang diterapkan ASDP sudah jelas para penumpang dipersilahkan menaiki kapal atau keluar kapal kalau sudah mendapatkan instruksi dari Anak Buah Kapal (ABK). Jika belum mendapatkan instruksi ABK, artinya kapal belum sandar secara sempurna," tegasnya.
Contoh lain, apabila penumpang kapal tidak memiliki tiket atau tidak terdaftar pana manifest, di tengah perjalanan terjadi suatu hal yang tidak diinginkan maka asuransi tidak bisa mengganti rugi, karena yang bersangkutan tidak terdaftar sebagai pengguna jasa yang resmi.
Pihak ASDP juga meminta kepada para instansi dan para pelaku usaha angkutan agar hal ini dapat disampaikan kepada masyarakat luas untuk kepentingan bersama.
Pewarta: Imam Hanafi
Editor : Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.