gop-crypto.vip

AS Kirim Delegasi Militer ke Lebanon, Mulai Jalankan Kesepakatan Penarikan Pasukan Israel dari Perbatasan

AKURAT.CO Amerika Serikat (AS) bersiap mengirim delegasi militer ke Lebanon dalam beberapa hari ke depan guna membantu pelaksanaan kesepakatan kerangka (framework agreement) yang bertujuan mengakhiri konflik antara Israel dan kelompok Hizbullah. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Washington untuk mendorong stabilitas di kawasan perbatasan yang selama berbulan-bulan dilanda pertempuran.

Mengutip dua pejabat senior Lebanon, Financial Times melaporkan bahwa delegasi dari Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) dijadwalkan tiba di Beirut sebelum pembicaraan teknis antara Lebanon dan Israel digelar di Roma, Italia, pekan depan.

Dalam perundingan tersebut, kedua pihak akan membahas implementasi kesepakatan yang dimediasi Amerika Serikat dan dicapai pada 26 Juni. Kesepakatan itu mengatur penarikan bertahap pasukan Israel dari wilayah Lebanon yang masih diduduki.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS membenarkan bahwa CENTCOM saat ini berkoordinasi erat dengan pemerintah Lebanon dan Israel dalam aspek teknis maupun logistik. Namun, ia tidak memberikan konfirmasi mengenai jadwal kedatangan delegasi militer tersebut.

"Kami telah memasuki tahap implementasi kesepakatan. Zona percontohan pertama akan mulai dijalankan dalam beberapa hari ke depan, sementara zona-zona berikutnya sedang dipetakan dan dipersiapkan," kata juru bicara tersebut.

Ia juga menyatakan bahwa Washington segera menggalang dukungan dari mitra-mitra internasional guna membantu pemerintah Lebanon memulihkan kedaulatan negara di wilayah-wilayah yang terdampak konflik.

Hingga kini, CENTCOM belum memberikan pernyataan resmi terkait laporan tersebut.

Sementara itu, situasi kemanusiaan di Lebanon masih memprihatinkan. Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan sedikitnya 4.321 orang tewas dan 12.204 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan militer Israel sejak 2 Maret.

Pasukan Israel hingga kini masih mempertahankan kehadirannya di sejumlah wilayah Lebanon selatan. Sebagian kawasan telah diduduki selama puluhan tahun, sementara wilayah lainnya direbut dalam konflik Israel-Hizbullah pada 2023–2024. Dalam operasi militer terbaru, pasukan Israel dilaporkan sempat bergerak lebih dari 10 kilometer ke dalam wilayah Lebanon.

Implementasi kesepakatan yang dimediasi Amerika Serikat diharapkan menjadi langkah awal untuk meredakan ketegangan di perbatasan Lebanon-Israel. Namun, keberhasilan proses tersebut akan sangat bergantung pada komitmen kedua belah pihak dalam menjalankan seluruh poin yang telah disepakati.

Sumber: Anadolu