gop-crypto.vip

Aplikasi All Indonesia mulai diterapkan di PLBN Entikong perkuat digitalisasi layanan perbatasan - ANTARA News Kalimantan Barat

Pontianak (ANTARA) - Pemerintah mulai menerapkan uji coba aplikasi All Indonesia di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Darat Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalbar. Penerapan sistem ini menjadi langkah baru dalam mempercepat transformasi digital layanan pemeriksaan lintas batas negara.

Pelaksanaan uji coba tersebut ditinjau langsung oleh Direktur Teknologi Informasi Direktorat Jenderal Imigrasi, Chicco Ahmad Muttaqin, bersama jajaran pejabat dari berbagai instansi terkait. Kehadiran sistem ini di PLBN Entikong menandai perluasan implementasi All Indonesia yang sebelumnya telah diterapkan pada sejumlah titik pemeriksaan, baik TPI udara maupun TPI darat.

Chicco menjelaskan, All Indonesia merupakan ekosistem layanan clearance pemeriksaan lintas batas terpadu yang mengintegrasikan berbagai layanan pemerintahan dalam satu sistem. Integrasi tersebut mencakup proses keimigrasian, kepabeanan, karantina, hingga layanan kesehatan yang dikoordinasikan bersama otoritas Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP).

"Melalui sistem ini, masyarakat tidak lagi perlu melakukan pengisian data secara berulang pada berbagai formulir dari masing-masing instansi. Seluruh proses pelaporan dilakukan melalui satu sistem yang lebih sederhana dan terintegrasi," jelasnya.

Pada hari pertama pelaksanaan uji coba, Selasa (28/7/2026), tercatat sebanyak 487 pelintas batas menggunakan layanan tersebut. Jumlah itu terdiri dari 368 warga negara Indonesia (WNI) dan 119 warga negara asing (WNA). Seluruh proses perlintasan berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kalimantan Barat, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa jajaran Imigrasi Kalbar melalui Kantor Imigrasi Entikong siap mendukung penuh implementasi aplikasi All Indonesia.

Menurutnya, penerapan teknologi digital ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya di kawasan perbatasan yang memiliki aktivitas mobilitas masyarakat cukup tinggi.

"Sistem ini diharapkan mampu menghadirkan pemeriksaan lintas batas yang lebih mudah, lebih cepat, lebih terintegrasi, dan tetap mengedepankan aspek keamanan," ujar Wahyu.

Penerapan All Indonesia di PLBN Entikong menjadi salah satu upaya pemerintah dalam melakukan modernisasi pengelolaan perbatasan negara. Dengan sistem terpadu tersebut, proses pergerakan pelintas batas diharapkan semakin efisien, sementara pengawasan terhadap keamanan dan kedaulatan wilayah tetap terjaga.

Langkah ini sekaligus memperkuat posisi PLBN Entikong sebagai salah satu pintu gerbang utama Indonesia-Malaysia yang terus dikembangkan dengan pendekatan pelayanan publik berbasis teknologi.

Saya buatkan dengan gaya berita media online (straight news), dengan penguatan angle digitalisasi layanan publik dan modernisasi kawasan perbatasan. Bisa juga dikembangkan menjadi versi berita Antara/Kompas dengan judul lebih tajam dan lead lebih kuat.

Pewarta: Dedi
Editor : Andilala

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.