Apes! Sopir Ojol Jadi Korban Pesanan Martabak Fiktif Buat Balas Dendam
Jakarta -
Seorang sopir ojek online menjadi korban pesanan makanan fiktif. Ia menerima pesanan martabak dengan sistem pembayaran tunai yang berujung membuat sopir ini dirugikan.
Aplikasi ojek online (ojol) biasanya menawarkan beberapa opsi metode pembayaran untuk fitur pemesanan makanan. Paling sering dipilih adalah bayar menggunakan dompet digital (e-wallet) dari masing-masing aplikasi atau bayar tunai.
Pembayaran menggunakan dompet digital dikenal lebih mudah dan praktis, serta lebih aman. Sopir juga langsung menerima pembayaran secara otomatis tanpa harus memegang iang tunai fisik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan pembayaran tunai atau COD biasanya sopir harus menalangi terlebih dahulu dengan uang pribadi mereka, barulah ketika pesanan diterima, pelanggan membayarnya dengan uang tunai mereka.
Sayangnya metode pembayaran tunai seringkali menimbulkan masalah yang akhirnya merugikan pihak sopir ojek online.
Terbaru, seorang sopir ojek online bernama Herman mengalami kerugian akibat ulah pelanggan tidak bertanggung jawab. Melalui unggahan video di akun Threads @s3sua1.apl1kas1 (17/07/2026), sopir ojek online tersebut bercerita kalau dia sempat menerima pesanan makan dari Martabak Pecenongan 78 PIK (Pantai Indah Kapuk) 2 untuk diantar ke daerah Kampung Besar Teluknaga.
Sopir ojek online ini menjadi korban dari pelanggan yang tidak bertanggung jawab. Foto: Threads @s3sua1.apl1kas1
Menurut ceritanya, pemesanan dilakukan oleh pelanggan bernama Muhammad Febrianto. Sedangkan penerimanya adalah Selvina. Pelanggan yang pesan martabak itu pun memilih metode pembayaran tunai.
Dikonfirmasi langsung oleh tim detikFood, sopir bernama Herman ini menerima pesanan di tanggal 16 Juli 2026 pukul 23.37. Pesanan martabak pelanggan berupa BIG1 C (Martabak klasik CKW + Martabak 2 telor) yang menghabiskan total harga Rp 132.000.
Proses pengambilan pesanan berlangsung lancar. Namun, masalah muncul ketika pesanan sudah sampai di tempat tujuan (Kampung Besar Teluknaga). Herman bertemu dengan penerima, tetapi penerima mengatakan kalau ia tidak merasa memesan GoFood.
"Saya jelaskan yang pesan ini di aplikasi atas nama Muhammad Ferbianto. Dan wanita tersebut ternyata menjelaskan si Febri itu mantan kekasihnya," ujar sopir ojek online ini.
Rupanya kejadian seperti ini bukan hal yang baru bagi Selvina. Penerima tersebut menjelaskan kalau dia sudah putus dengan pria bernama Febri ttu tetapi pihak pria tidak terima dan akhirnya balas dendam menggunakan pesanan fiktif yang dikirim ke alamatnya.
Karena hal itu, pria itu sering mengirim paket dengan metode pembayaran tunai atau COD ke alamat rumah perempuan ini.
"Muhammad Febrianto kalau emang elo udah diputusin sama cewe elo, jangan ngerjain orang lain. Kasihan, orang lain juga sama lagi cari duit," ujar keluhan sopir ojek online ini dalam video.
Herman mengungkap kepada detikFood jika pesanan martabaknya berujung tidak diterima oleh pelanggan karena beliau merasa tidak memesan makanan.
Usai kejadian ini akhirnya, sopir ojek online tersebut mengajukan klaim ke call center GOJEK agar deposito Gopay yang ia punya tidak minus.
"Dengan syarat saya kasih ke rumah ibadah terdekat berikut foto-foto serta bukti kuat untuk ajukan klaim. Tapi ongkos kirim tidak dapat. Jadi intinya tidak dapat apa-apa" jelanya kepada detikFood.
Akhirnya martabak tersebut disumbangkan oleh sopir ojek online ini. Foto: Threads @s3sua1.apl1kas1
Untuk menghindari kejadian serupa terulang, Herman berharap kedepannya pelanggan atau customer yang memesan makan lewat aplikasi GOJEK, sebaiknya menggunakan metode pembayaran non-tunai.
"Untuk pelanggan/customer gojek jika kalian pesan makan, sebaiknya menggunakan metode pembayaran NONTUNAI. Jadi supaya kedepannya tidak ribet seperti kejadian yang saya alami," lanjutnya.
Herman mengaku terkadang menerima pesanan dengan metode pembayaran tunai dan prosesnya semuanya benar serta lancar. Mungkin memang insiden ini terjadi karena ia sedang tidak beruntung.
"Terkadang juga saya dapat orderan metode pembayaran tunai itu benar semua, nah mungkin ini saja saya lagi apes. Berharap agar para customer lebih bijak dalam melakukan pemesanan," pungkas sopir ojek online ini.
(aqr/sob)