Anggota paskibra tingkat provinsi Papua Pegunungan berjumlah 72 orang
Anggota paskibra tingkat provinsi Papua Pegunungan berjumlah 72 orang
Jumat, 14 Agustus 2026 13:26 WIB
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Papua Pegunungan Agustinus Howai diwawancarai wartawan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan mengenai kesiapan paskibra pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI.ANTARA/Yudhi Efendi.
Wamena (ANTARA) - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI menyebut anggota pasukan pengibar bendera (paskibra) tingkat provinsi se-Papua Pegunungan berjumlah kurang lebih 72 orang yang disesuaikan berdasarkan kemampuan pembiayaan daerah masing-masing.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Papua Pegunungan Agustinus Howai di Wamena Jumat mengatakan sesuai target nasional dari BPIP RI jumlah anggota paskibra tingkat provinsi 38-72 orang tergantung kemampuan keuangan daerah.
"Kebetulan kami di Papua Pegunungan mendapatkan dukungan anggaran yang cukup sehingga jumlah anggota paskibra tahun ini 72 orang sesuai anjuran dari BPIP. Daerah lainnya biasanya hanya 36-38 orang, tergantung anggaran di setiap wilayah," katanya.
Menurut dia, persiapan anggota paskibra saat ini sudah mencapai 98 persen karena latihan terus dilakukan setiap hari sejak pagi hingga sore hari.
"Anak-anak ini perwakilan dari empat kabupaten yakni Jayawijaya, Tolikara, Lanny Jaya dan Pegunungan Bintang sangat serius dan fokus dalam latihan. Kami berharap mereka dapat tampil dengan maksimal pada saat pengibaran dan penurunan bendera pada HUT ke-81 Kemerdekaan RI," ujar Agustinus.
Dia menjelaskan pada upacara pengibaran bendera merah putih pada HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus, Paskibra akan menampilkan formasi-formasi unik sesuai wilayah Papua Pegunungan.
"Pada saat upacara nanti paskibra akan menampilkan formasi honai (rumah adat), kayu tulisan Provinsi Papua Pegunungan yang disingkat PPP," katanya.
Sementara itu Gubernur Papua Pegunungan John Tabo mengatakan pada peringatan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun 2026 istri-istri aparatur sipil negara (ASN) supaya hadir di lokasi upacara dengan menggunakan busana tradisional dengan ikatan noken.
"Kami harap para istri ASN hadir di lokasi upacara menggunakan busana tradisional dengan penutup atau ikatan kepala menggunakan noken, ciri khas busana tradisional perempuan Papua Pegunungan," ujarnya.
Pewarta : Yudhi Efendi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026