Anggota Komisi VIII: Keracunan MBG pondok pesantren tak boleh terulang
Anggota Komisi VIII: Keracunan MBG pondok pesantren tak boleh terulang
Kamis, 3 September 2026 16:39 WIB
Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina ditemui wartawan setelah berkunjung ke Sekolah Tinggi Pastoral Yayasan Institut Pastoral Indonesia (STP-IPI) Malang di Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (3/9/2026). ANTARA/Ananto Pradana
Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina menegaskan kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di pondok pesantren, sebagaimana yang terjadi di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur tak boleh terulang lagi di kemudian hari, di seluruh wilayah Indonesia.
"Jangan sampai ini terulang kembali," kata Selly saat ditemui di Sekolah Tinggi Pastoral Yayasan Institut Pastoral Indonesia (STP-IPI) Malang di Kota Malang, Jawa Timur, Kamis.
Kejadian keracunan MBG yang menimpa setidaknya ratusan santri di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional (BGN) telah memberlakukan sanksi tegas terhadap salah satu SPPG di Sidoarjo yang melayani pendistribusian paket makanan program MBG kepada santri di Pondok Pesantren Manbaul Hikam.
Anggota DPR RI dari komisi yang membidangi urusan pendidikan keagamaan ini meminta pemerintah supaya melakukan evaluasi total terhadap pola pelayanan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tersebut, sehingga kejadian serupa tak terjadi kembali karena membahayakan nyawa dan keselamatan para peserta didik
"Merugikan anak-anak yang ada di sana," ucapnya.
Ia mendukung langkah pemerintah yang langsung bergerak cepat memberikan sanksi terhadap SPPG terkait, sebagai bagian ketegasan menindak segala bentuk pelanggaran standar operasional pelayanan.
"Mengevaluasi kembali kepada pihak SPPG yang memberikan pelayanan," ucapnya.
Dia menyampaikan keperihatinannya terhadap munculnya kejadian keracunan yang menimpa ratusan santri di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Sidoarjo.
"Saya turut prihatin atas kasus keracunan yang ada di Sidoarjo," ujar dia.
Dia memastikan bahwa semua santri dari Pondok Pesantren Manbaul Hikam yang mengalami keracunan telah mendapatkan perawatan intensif secara medis.
"Terpenting hari ini adalah bagaimana penanganan kepada para santri yang hari ini sedang melakukan perawatan," kata Selly.
Pewarta : Ananto Pradana
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026