Anggota DPR nilai ajang nobar Piala Dunia bangkitkan ekonomi - ANTARA News Jawa Timur
Sidoarjo (ANTARA) - Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Bambang Haryo Soekartono menilai gelaran nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 mampu membangkitkan ekonomi pelaku usaha mikro kecil dan menengah di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk di Sidoarjo, Jawa Timur.
"Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, kegiatan ini juga memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi pelaku UMKM di sekitar lokasi penyelenggaraan," katanya usai nobar partai final Piala Dunia 2026 antara Spanyol melawan Argentina, di Sidoarjo, Senin.
Ia mengatakan mengatakan pihaknya menggelar enam kali nonton bareng di daerah pemilihan yang mencakup Sidoarjo dan Surabaya yang mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.
"Kegiatan nonton bareng ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menciptakan multiplier effect ekonomi yang luar biasa bagi masyarakat," ujarnya.
Ia mengatakan, tingginya minat masyarakat terhadap sepak bola diharapkan dapat memotivasi generasi muda untuk semakin mencintai olahraga tersebut.
"Kami berharap semangat yang tumbuh dari ajang internasional ini dapat melahirkan lebih banyak pesepakbola muda berbakat yang mampu mengharumkan nama Indonesia di masa depan," katanya.
Sementara itu, insan sepak bola Uston Nawawi menilai kemenangan Spanyol merupakan hasil permainan yang konsisten dengan identitas mereka.
"Spanyol tampil dominan melalui penguasaan bola yang sangat baik, koneksi antarpemain yang efektif, sirkulasi bola yang cair, serta mampu menjaga bola hingga menciptakan banyak peluang. Meski hanya menang 1-0, mereka tetap pantas menjadi juara," kata Uston.
Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan nonton bareng yang dinilai mampu meningkatkan antusiasme masyarakat terhadap sepak bola sekaligus menggerakkan aktivitas UMKM di sekitar lokasi acara.
"Semoga kegiatan seperti ini sering dilakukan," ujarnya.
Pewarta: Indra Setiawan
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.