gop-crypto.vip

Anak Tiri di Bandung Setrum Ibu Sambung Lalu Tikam Berkali-kali Hingga Tewas, Motifnya Bikin Geger

Senin, 28 September 2026 - 00:50 WIB

Bandung, VIVA – Rumah di Jalan Pamitran, Panyileukan, Kota Bandung, mendadak menjadi lokasi pembunuhan pada Minggu sore, 27 September 2026.

Baca Juga

Apriyanti (53) tewas setelah ditikam anak tirinya sendiri, Dean Haziq (32). Polisi menduga aksi brutal tersebut dipicu dendam pelaku terhadap ibu tirinya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak hanya itu, polisi mengungkap Dean diduga memiliki niat lain sebelum menghabisi nyawa Apriyanti. Dia disebut ingin menguasai rumah yang selama ini ditinggalinya bersama korban.

Baca Juga

"Berniat untuk memiliki rumah," tutur Kapolsek Panyileukan, Ajun Komisaris Polisi Anang Sunarya, dikutip Senin, 28 September 2026.

Peristiwa berdarah itu terjadi ketika Apriyanti dan Dean berada di dalam rumah. Suami korban yang juga ayah pelaku sedang bekerja di luar rumah.

Baca Juga

Saat itu, Apriyanti tengah berada di ruang tamu. Dean kemudian menghampirinya dengan membawa alat kejut dan pisau dapur.

Pelaku lebih dulu menggunakan alat kejut untuk melumpuhkan korban. Setelah Apriyanti tersungkur, Dean kemudian menyerangnya menggunakan pisau secara berulang.

"Korban awalnya disetrum, lalu ditikam dengan pisau," tuturnya.

Serangan tersebut membuat korban mengalami sejumlah luka tusuk. Di antaranya pada bagian leher, perut, pelipis kanan hingga mata kanan.

Setelah melakukan penikaman, Dean tidak langsung melarikan diri. Dia justru tetap berada di dalam rumah dan duduk terdiam.

Aksi tersebut akhirnya diketahui tetangga. Korban kemudian dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.

Namun, nyawa Apriyanti tidak berhasil diselamatkan. Jenazah korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Polri Sartika Asih untuk menjalani visum.

Pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari proses hukum atas kasus tersebut. Polisi kemudian mengamankan Dean.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari pemeriksaan awal, penyidik mendapatkan dugaan bahwa pelaku menyimpan dendam terhadap korban. Dean disebut merasa jarang diberi makan oleh ibu tirinya.

Perasaan tersebut diduga menjadi salah satu pemicu hingga berujung pada aksi penikaman. Selain mengamankan pelaku, polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mendalami kasus pembunuhan tersebut.

Dirreskrimum Polda Gorontalo Kombes Teddy Rachesna (kiri)

Temuan Kerangka di Perkebunan Tebu Gorontalo Diduga Remaja Perempuan Echa yang Hilang 3 Bulan, Korban Pembunuhan?

Polisi menyelidiki dugaan kasus pembunuhan dibalik penemuan berbagai jenis kerangka manusia di area perkebunan tebu Desa Bongo Tua, Boalemo, Gorontalo

VIVA.co.id

27 September 2026