gop-crypto.vip

Anak Cedera Saat Olahraga? Segera ke IGD Jika Ada 5 Tanda Ini

Jakarta, CNBC Indonesia - Anak yang aktif mengikuti olahraga di sekolah, ekstrakurikuler, maupun les olahraga tentu memiliki risiko mengalami cedera. Terkilir saat bermain futsal, jatuh ketika latihan basket, salah mendarat saat senam, atau terbentur saat bermain sepak bola merupakan situasi yang dapat terjadi dalam aktivitas olahraga anak. Bagi orang tua, cedera seperti memar, benturan, atau keseleo sering kali menimbulkan pertanyaan: cukup dikompres di rumah atau perlu segera dibawa ke rumah sakit? Mengenali tanda-tanda cedera yang membutuhkan pertolongan medis penting agar anak mendapatkan penanganan yang sesuai.

dr. Herlina dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan menuturkan, jika anak mengalami cedera, orang tua perlu memperhatikan tingkat nyeri, kemampuan bergerak, dan perubahan perilaku setelah cedera. Saat anak mengalami cedera, hentikan aktivitas, istirahatkan, dan lindungi bagian tubuh yang cedera dari benturan atau beban tambahan.

"Bila muncul bengkak, kompres dingin dapat diberikan sebagai pertolongan awal. Namun, tidak semua cedera dapat ditangani di rumah, sehingga orang tua perlu mengenali tanda-tanda yang mengharuskan anak segera mendapat pemeriksaan medis," kata dr. Herlina, dikutip Jumat (9/10/2026).

dr.Herlina menekankan, segera bawa anak ke IGD jika mengalami nyeri yang tidak kunjung hilang atau semakin berat, baik setelah beristirahat maupun setelah diberikan pereda nyeri, bengkak yang muncul dengan cepat atau cukup besar, atau tidak dapat menapak, berjalan, atau menggunakan bagian tubuh yang cedera. Orang tua juga perlu waspada jika bentuk atau posisi anggota tubuh terlihat tidak normal, terdapat perdarahan yang sulit dihentikan, atau bagian tubuh tampak pucat atau kebiruan, kebas, maupun terasa dingin.

"Jika cedera disertai benturan kepala dengan kehilangan kesadaran, muntah berulang, kejang, kebingungan, atau perubahan perilaku, anak juga perlu segera diperiksa. Jika terdapat salah satu tanda tersebut, orang tua sebaiknya tidak menunggu keluhan membaik sendiri karena kondisi ini dapat mengindikasikan cedera yang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut," kata dia.

Setelah kondisi cedera tertangani, anak sebaiknya tidak langsung kembali berolahraga dengan intensitas tinggi sebelum kondisinya siap. dr. Elsye dari Mayapada Hospital Kuningan mengungkapkan, pemulihan perlu dilakukan secara bertahap sesuai jenis dan tingkat cedera. Evaluasi oleh Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga dapat membantu menilai kemampuan gerak, fleksibilitas, keseimbangan, kekuatan, dan fungsi bagian tubuh yang cedera.

"Ini sekaligus menentukan tahapan return to sport sesuai jenis cedera, jenis olahraga, dan tuntutan aktivitas anak. Kembali berolahraga sebelum tubuh siap juga dapat meningkatkan risiko cedera berulang," ujarnya.

Penanganan yang cepat dan tepat sejak awal membantu menentukan langkah pemulihan sesuai kondisi cedera, termasuk kapan anak dapat mulai kembali bergerak dan beraktivitas. Untuk kondisi yang membutuhkan penanganan segera, Mayapada Hospital memiliki layanan Pediatric Emergency yang siaga 24 jam dengan dukungan Dokter Spesialis Anak.

Mayapada Hospital memastikan layanan ini ramah anak dengan protokol internasional sesuai akreditasi Joint Commission International (JCI). Para orang tua juga dapat mengakses layanan komprehensif untuk mendukung kesehatan dan tumbuh kembang anak di Pediatric Center Mayapada Hospital yang tersedia di Jakarta Selatan (Lebak Bulus dan Kuningan), Tangerang, Bogor, Bandung, Surabaya, dan Jakarta Timur

Untuk konsultasi dengan Dokter Spesialis Anak, masyarakat dapat menghubungi Call Center 150770 atau WhatsApp 0817-17-150770. Berbagai informasi kesehatan dan layanan Mayapada Hospital juga dapat diakses melalui fitur Health Articles & Tips di MyCare.

(rah/rah) [Gambas:Video CNBC]