Alexis Mac Allister Dapat Perlakuan Tak Adil di Liverpool, Legenda The Reds Usulkan Perubahan Lini Tengah

Alexis Mac Allister dinilai mendapat perlakuan yang tidak adil setelah menjadi salah satu pemain Liverpool yang paling sering dikritik pada musim lalu. Legenda The Reds, Dietmar Hamann, melihat masalah tim ini jauh lebih besar daripada sekadar performa gelandang asal Argentina tersebut.
Mac Allister memang ikut terseret dalam musim buruk Liverpool ketika mereka gagal mempertahankan gelar Premier League. Performanya dianggap berada di bawah ekspektasi, hingga sempat muncul pembicaraan mengenai kemungkinan dirinya meninggalkan Anfield pada musim panas.
Namun, Hamann tidak sepakat jika Mac Allister menjadi sasaran utama.
Mantan pemain Liverpool itu menilai ekspektasi terhadap Mac Allister terlalu tinggi setelah sang gelandang menjadi bagian dari tim Argentina yang menjuarai Piala Dunia.
“Dia sering disorot secara tidak adil karena, sebagai juara Piala Dunia, orang-orang berharap lebih darinya,” kata Hamann.
Menurutnya, kritik terhadap Mac Allister musim lalu sudah berlebihan. Pemain berprofil tinggi memang sulit menghindari ekspektasi besar, tetapi performa buruk Liverpool bukan persoalan satu pemain.
BACA JUGA:
“Masalahnya jauh lebih besar dan jauh lebih dalam daripada semuanya hanya menjadi kesalahan Alexis Mac Allister,” ujar Hamann.
Gravenberch Bisa Diberi Peran Bertahan
Mac Allister kini menghadapi persaingan yang lebih ketat di lini tengah Liverpool. Kembalinya dia ke AXA Training Centre baru akan terjadi pekan depan setelah membantu Argentina mencapai final Piala Dunia.
Karena waktu persiapan yang singkat, pelatih kepala baru Liverpool, Andoni Iraola, sudah mengindikasikan Mac Allister kemungkinan belum menjadi starter pada pekan-pekan awal Premier League.
Liverpool akan memulai kampanye mereka dengan bertandang ke Newcastle United pada 23 Agustus.
Situasi tersebut membuat Hamann melihat peluang bagi Ryan Gravenberch untuk mengambil peran yang lebih spesifik sebagai gelandang bertahan.
“Jika Anda menginginkan pemain yang berpikiran defensif di lini tengah, ada Ryan Gravenberch,” kata Hamann.
Gravenberch dinilai mampu menjalankan tugas tersebut meski pada awal kariernya lebih dikenal sebagai pemain yang menyerang. Menurut Hamann, Liverpool memiliki cukup banyak pemain di depannya yang bisa memberikan ancaman, sehingga Gravenberch tidak perlu terlalu banyak mengambil risiko dalam menyerang.
Tugasnya cukup sederhana. Menjaga keseimbangan dan memberikan kebebasan kepada pemain lain untuk memainkan kekuatan mereka.
Hamann juga memberikan penilaian positif terhadap Dominik Szoboszlai. Ia menyebut pemain asal Hungaria tersebut sebagai salah satu pemain Liverpool yang tetap mendapat kredit dari musim lalu, bersama Hugo Ekitike.
Szoboszlai bahkan pernah bermain sebagai bek kanan dan tidak keberatan menjalankan tugas defensif untuk tim.
Meski begitu, Hamann tetap lebih memilih Gravenberch sebagai gelandang bertahan tunggal.
“Dia punya kehadiran fisik yang lebih kuat dan membaca permainan dengan sangat baik,” katanya.
Bagi Hamann, Szoboszlai tetap menjadi aset penting karena kemampuannya bermain di berbagai posisi. Namun, kualitas menyerangnya membuat Gravenberch lebih cocok mengisi peran yang membutuhkan fokus bertahan.
Iraola Dituntut Maksimalkan Pemain Liverpool
Hamann juga melihat pekerjaan Iraola tidak hanya soal mendatangkan pemain baru. Pelatih asal Spanyol itu juga dituntut memaksimalkan pemain yang sudah berada di skuad Liverpool.
Menurut Hamann, ada tiga pemain yang bisa terasa seperti rekrutan baru karena musim sebelumnya belum memberikan kontribusi sesuai harapan, yakni Alexander Isak, Florian Wirtz dan Milos Kerkez.
“Iraola punya tugas terbesar untuk mengeluarkan kemampuan terbaik dari Alexander Isak, mendapatkan yang terbaik dari Florian Wirtz, dan mendapatkan yang terbaik dari Milos Kerkez, yang tentu saja merupakan mantan pemainnya,” ujar Hamann.
Liverpool sendiri masih memiliki waktu sekitar tiga setengah pekan sebelum bursa transfer ditutup. Hamann yakin aktivitas transfer The Reds belum selesai.
Ia menilai Liverpool sebenarnya sudah berada dalam kondisi cukup baik, meski dua atau tiga tambahan pemain masih dibutuhkan.
Musim lalu memang meninggalkan banyak persoalan di Anfield. Tetapi bagi Hamann, solusi Liverpool bukan dengan menunjuk satu pemain sebagai sumber masalah.
Mac Allister mungkin belum mencapai level terbaiknya. Namun, jika Hamann benar, perubahan struktur di lini tengah justru bisa menjadi cara untuk mengeluarkan kemampuan terbaik dari seluruh pemain.
- Tag
- Alexis Mac Allister
- Andoni Iraola
- Liverpool