Aksi pemuda Yaman itu menggugah New York
Jika nilaimu buruk, kami ingin mendorongmu untuk menjadi lebih baik
Jakarta (ANTARA) - Namanya Wail Alselwi, sering dipanggil Wally, asal Yaman.
Lelaki 36 tahun itu belakangan ini populer di Amerika Serikat, diwawancarai sejumlah media besar, di antaranya ABCNews dan USA Today. Mini market miliknya, Zack's Finest Deli & Grocery di Staten Island, New York, dikunjungi banyak siswa yang membawa rapor dengan gembira.
Wally bukan guru, namun aksi sosialnya viral di media sosial. Para siswa sekolah, anak-anak hingga remaja, berdatangan dari New York dan berbagai kota. Ada pelajar dan orang tuanya khusus datang dari Florida, sekitar 17 jam perjalanan darat.
Wally menyambut para pelajar itu dengan gembira, tanpa membedakan latar belakang sosial, etnis, dan agama. Dia memeriksa hasil rapor mereka.
Apabila nilai rapor seorang pelajar rata-rata di atas 90 atau100, maka Wally memujinya dan menghadiahkan uang tunai 100 dolar AS pada setiap siswa. Tidak jarang, para siswa datang berkelompok, lima-enam orang. Wally memberi mereka masing-masing 100 dolar karena nilai rapor mereka bagus.
Tidak hanya itu, para pelajar tersebut dipersilakan mengambil makanan dan minuman di tokonya tanpa pembatasan. Wally juga memberikan kaos untuk mereka.
Apabila ada siswa yang mengalami peningkatan nilai dan berjuang hingga berhasil, Wally menghadiahkan 100 dollar dan dipersilakan mengambil makanan dan minuman di tokonya secara gratis
Sedangkan siswa yang nilainya belum bagus, di bawah 80, namun mau memperlihatkan nilai rapornya, Wally tetap mengapresiasi dengan menghadiahkan 10 dolar dan dapat mengambil makanan serta minuman di tokonya. Wally memberi semangat siswa tersebut dan mempersilakan datang kembali dengan nilai rapor yang lebih bagus.
"Jika nilaimu buruk, kami ingin mendorongmu untuk menjadi lebih baik," kata Alselwi dalam wawancara dengan ABC News, yang ditayangkan 1 September.
"Yang perlu kamu lakukan hanyalah lulus di semua mata pelajaran dan menunjukkan peningkatan. Setelah itu, kami akan memberimu 100 dolar sebagai imbalan atas kemajuan tersebut."
Program berbagi hadiah untuk siswa itu bernama Grades for Grabs. Awal kisahnya, menurut laporan ABCNews, seorang anak berusia 12 tahun datang ke toko Wally yang tidak begitu besar di sudut pertemuan Heberton Avenue dan Ann Street, New York.
Zamier Davis, anak lelaki yang sering berbelanja di toko tersebut, menantang Wally. Tantangannya, apabila nilai rapornya meningkat hingga masuk daftar siswa berprestasi, apakah ia boleh mengambil apa saja di toko secara gratis? Wally setuju. Tujuannya untuk memotivasi Zamier.
Dan, Zamier berhasil dengan nilai bagus. Wally memenuhi janjinya dan mempersilakan Zamier mengambil makanan dan minuman apa saja di minimarket itu. Momen bahagia ini direkam Wally dan mengunggah video melalui akun sosialnya. Video itu viral.
Berlanjut
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.