AJI Pangkalpinang-Yayasan Kelekak Hijau Lestari tanam ratusan bibit pohon mangrove - ANTARA News Bangka Belitung
Sungailiat (ANTARA) - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Pangkalpinang berkolaborasi dengan komunitas pecinta lingkungan, Yayasan Kelekak Hijau Lestari, BPDAS Baturusa Cerucuk, Semesta Lestari Project dan Komunitas Pelawan Babel melakukan penanaman mangrove di Daerah Aliran Sungai (DAS) Hakok Kelurahan Sinar Baru Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka.
Ketua AJI Pangkalpinang, Hendra mengatakan penanaman ratusan bibit pohon mangrove ini juga dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-32 AJI dan Hari Konservasi Alam Nasional, yang tujuannya mampu menggerakkan masyarakat agar lebih semangat menjaga kelestarian lingkungan.
"Di momen ini sengaja kami melakukan penanaman bibit pohon mangrove karena kondisi mangrove di Bangka Belitung sebagian besar sudah rusak. Ini tentang apa yang bisa kita perbuat meski gerakan kecil, tetap memberi pengaruh bagi lingkungan," katanya di Sungailiat, Sabtu.
Ia mengatakan, kondisi geografis Bangka Belitung sebagai wilayah Kepulauan yang dominan pertambangan timah harus menjadi fokus dan perhatian para jurnalis dalam melihat dampak lingkungannya.
Pemberitaan terkait persoalan lingkungan harus terus disuarakan agar lebih banyak masyarakat yang peduli untuk mengembalikan kondisi lingkungan seperti sedia kala.
"AJI selalu fokus terhadap lingkungan ini dan bentuk komitmen AJI adalah dengan mendirikan Yayasan Kelekak Hijau Lestari yang akan bergerak di semua kegiatan bidang lingkungan," terang Hendra.
Ia juga memastikan kegiatan pelestarian lingkungan akan terus digerakkan AJI dengan memberikan dukungan dan bantuan kepada seluruh pihak yang memiliki satu komitmen dan semangat untuk melestarikan lingkungan Bangka Belitung.
"Kita juga terbuka untuk memberikan edukasi soal lingkungan dan mendorong jurnalis, mahasiswa maupun masyarakat untuk tidak bosan menyuarakan keberlangsungan lingkungan melalui sebuah karya tulisan," ujarnya.
Ketua Yayasan Kelekak Hijau Lestari, Barlyanto juga mengatakan tingkat kepedulian masyarakat terhadap lingkungan masih sangat minim. Padahal kerusakan lingkungan yang terjadi sudah tersebar dimana-mana akibat pertambangan yang sudah berlangsung lama.
Penanaman bibit mangrove ini adalah titik awal untuk melakukan gerakan pelestarian lingkungan lain maupun berkolaborasi dengan beberapa komunitas lingkungan. Yayasan Kelekan Hijau Lestari siap mengelola lahan yang sudah rusak untuk kembali dipulihkan dengan melakukan berbagai upaya penyelamatan unsur tanah, tumbuhan hingga satwa.
"Selain menanam, kita juga akan berupaya untuk melakukan pembibitan. Jadi tidak hanya sekedar menanam, ada kelanjutannya untuk kita melakukan kegiatan yang lebih besar lagi. Saya yakin dan percaya jika teman-teman terus berkomitmen kita bisa sukses dalam melakukan konservasi," tutup Barly.
Pewarta: Elza Elvia
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.