gop-crypto.vip

Ajak Bersinergi, Menpora Erick Dorong Pemuda dan Olahraga Jadi Prioritas Pembangunan Daerah |Republika Online

Menpora Erick Thohir saat memberikan keterangan kepada media dalam acara Forum Nasional; Transformasi Kebijakan Kepemudaan dan Olahraga yang berlangsungdi Jakarta, Kamis (15/10/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk meningkatkan kualitas pembangunan sektor kepemudaan dan keolahragaan. Menjelang 100 tahun Sumpah Pemuda pada 2028, kedua sektor tersebut dinilai harus menjadi prioritas pembangunan nasional.

Menpora Erick menyampaikan hal itu saat membuka Forum Nasional Transformasi Kebijakan Kepemudaan dan Keolahragaan di Hotel Pullman, Jakarta, Kamis (15/10/2026). Ia mengajak seluruh jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) serta para pemangku kepentingan di daerah melakukan transformasi mendasar.

"Menjelang 100 Tahun Sumpah Pemuda serta menyongsong puncak bonus demografi, sektor kepemudaan dan keolahragaan ditegaskan tidak boleh lagi dipandang sebelah mata, melainkan harus dibawa naik kelas melalui sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah," ujar Menpora.

Ia menekankan, Dispora di daerah tidak boleh hanya berfokus pada urusan olahraga. Pembangunan kepemudaan juga harus menjadi prioritas sesuai dengan Asta Cita Presiden. Dengan sekitar 130 juta penduduk Indonesia berusia di bawah 30 tahun, Menpora menilai sektor kepemudaan memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan bangsa.

Untuk memperkuat sektor kepemudaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyiapkan sejumlah langkah transformasi. Di antaranya mempercepat pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kepemudaan agar urusan pemuda terintegrasi hingga tingkat daerah.

"Kemenpora akan mendorong percepatan RUU Kepemudaan agar urusan pemuda menjadi tugas pokok dan fungsi terintegrasi hingga ke tingkat daerah," ujar dia.

Kemenpora juga menyiapkan penataan organisasi dan regenerasi organisasi kepemudaan (OKP). Langkah tersebut mencakup verifikasi organisasi bersama Kementerian Hukum, penataan batas usia pemuda, serta pembatasan periode kepemimpinan organisasi.

Selain itu, Kemenpora akan memperluas program pengembangan kapasitas pemuda melalui peluncuran Career Hub, program magang bersama BUMN dan sektor swasta, Wirausaha Youth Camp, serta penyediaan ruang berekspresi yang berkaitan dengan kesehatan mental, ekonomi hijau, dan teknologi.