AI Mulai Ditanamkan ke Robot Fisik, Ini Cara Kerja Embodied Intelligence
Jumat, 18 September 2026 - 21:57 WIB
Jakarta, VIVA - Perkembangan kecerdasan buatan (AI) kini tidak hanya terlihat pada chatbot, aplikasi, atau perangkat komputer, tetapi mulai diterapkan pada robot yang dapat berinteraksi langsung dengan lingkungan fisik. Pendekatan ini dikenal sebagai embodied intelligence, yaitu konsep yang menggabungkan kemampuan AI dengan tubuh robot agar mesin dapat memahami lingkungan dan melakukan tindakan secara langsung.
Baca Juga
Berbeda dengan AI yang hanya memproses data digital, embodied intelligence memungkinkan sistem AI bekerja melalui sensor dan aktuator yang terdapat pada robot. Robot dapat menerima informasi dari lingkungan, mengolahnya, kemudian menghasilkan respons berupa gerakan atau tindakan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam penerapannya, robot dapat menggunakan kamera, mikrofon, sensor jarak, dan perangkat lainnya untuk mengenali kondisi di sekitarnya. Data dari berbagai sensor tersebut kemudian diproses oleh sistem AI untuk membantu robot menentukan respons sesuai situasi yang dihadapi.
Baca Juga
Konsep ini membuat robot tidak hanya menjalankan gerakan yang sudah ditentukan sebelumnya, tetapi juga dapat berinteraksi dengan lingkungan secara lebih dinamis. Kemampuan tersebut menjadi salah satu bagian dari perkembangan robotika yang menggabungkan AI dengan sistem persepsi dan kendali fisik.
Salah satu contoh penerapan embodied intelligence diperkenalkan AiMOGA Robotics melalui robot quadrupedbernama Argos dalam forum Indonesia-China Education-Industry Collaboration Summit 2026 di Jakarta, 10 September 2026. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa dan perwakilan perguruan tinggi berkesempatan berinteraksi langsung dengan Argos menggunakan perintah suara.
Baca Juga
Argos dilengkapi kemampuan mengikuti pengguna secara otonom dan merespons perintah suara. Kemampuan tersebut memperlihatkan bagaimana AI dapat dikombinasikan dengan sistem robotik sehingga interaksi manusia dan mesin tidak hanya berlangsung melalui layar atau perangkat input konvensional.
Direktur AiMOGA Indonesia Yuri Yin mengatakan pengembangan teknologi ini juga membutuhkan keterlibatan dunia pendidikan, terutama untuk penelitian dan pengembangan sumber daya manusia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam perkembangan embodied intelligence, bukan hanya sebagai tempat teknologi diperkenalkan, tetapi juga sebagai ruang untuk riset, pengembangan talenta, dan eksplorasi penerapannya,” ujarnya, dikutip Jumat 18 September 2026.
Pengembangan embodied intelligence membutuhkan integrasi sejumlah bidang, mulai dari AI, computer vision, sensor, sistem kendali, perangkat keras, hingga pemrosesan data. Karena itu, teknologi ini membuka ruang penelitian yang cukup luas bagi perguruan tinggi, termasuk untuk mencari penerapan robot pada berbagai kebutuhan di dunia nyata.
AI Mulai Mengubah Cara Kerja, Bukan Sekadar Jadi Alat Bantu
Kecerdasan buatan (AI) mulai digunakan lebih jauh di dunia kerja. Bukan hanya sebagai alat bantu, teknologi ini mulai diterapkan dalam alur kerja dan proses bisnis.
VIVA.co.id
18 September 2026