AHY Ingin Kawasan Transmigrasi Jadi Magnet Investasi: Bukan Lagi Sekadar Relokasi Penduduk
AHY mengatakan paradigma pembangunan kawasan transmigrasi kini telah berubah.
Pemerintah berupaya membangun kawasan yang memiliki daya saing sehingga mampu menarik investasi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan aktivitas ekonomi.
"Yang dulu paradigmanya adalah memindahkan penduduk ke luar Jawa, kini paradigmanya menjadi bagaimana membangun kawasan-kawasan tersebut sehingga menjadi daya tarik bagi perpindahan penduduk, investasi, dan juga pembangunan atau pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," kata AHY.
Menurut AHY, dari 154 kawasan transmigrasi di Indonesia, sebagian telah berkembang menjadi pusat ekonomi baru.
Namun, masih ada kawasan yang belum berkembang akibat keterbatasan infrastruktur dan konektivitas.
"Ada 154 kawasan transmigrasi yang kita harapkan juga bisa hidup. Sebagian sukses, sebagian belum sukses. Misalnya karena keterbatasan infrastruktur, konektivitas, yang menyebabkan kawasan transmigrasi itu akhirnya ditinggalkan oleh mereka yang sebetulnya sudah lama berada di daerah tersebut," ujarnya.
Untuk mempercepat pengembangan kawasan, pemerintah melibatkan 1.476 mahasiswa yang tergabung dalam Tim Ekspedisi Patriot 2026.
Mereka akan melakukan pemetaan potensi ekonomi di berbagai kawasan transmigrasi, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga industri dan hilirisasi.
"Kita ingin memetakan potensi wilayah. Misalnya di suatu daerah punya potensi pertanian atau perkebunan, mungkin di daerah yang lain potensinya adalah pariwisata, ekonomi kreatif. Di tempat yang lain industri, hilirisasi, dan lain-lain. Jadi itu semua bisa kita analisa dengan baik, kemudian dilaporkan langsung dari lapangan oleh para mahasiswa-mahasiswi tadi," ucap AHY.
Baca Juga: DPR Serap Aspirasi Guru TK, Penguatan PAUD Masuk Agenda DPR
Ia memastikan hasil riset para mahasiswa akan menjadi referensi empiris bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pengembangan kawasan transmigrasi.
"Peran mereka nanti benar-benar berada di lapangan, tetapi secara keilmuan bisa dipertanggungjawabkan. Data yang didapatkan tentu menjadi referensi empiris, melengkapi data yang sudah dimiliki oleh pemerintah saat ini," katanya.
Sementara itu, Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Polri dan TNI untuk menjamin keamanan pelaksanaan Ekspedisi Patriot 2026.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Kapolri. Kami sudah melakukan pertemuan-pertemuan dengan Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi untuk kemudian menjamin bahwa keamanannya terjaga. Kami juga koordinasi dengan TNI," ujar Iftitah.
Melalui Ekspedisi Patriot 2026, pemerintah berharap pemetaan potensi di kawasan transmigrasi dapat menjadi dasar transformasi pembangunan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi guna mendorong pemerataan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.