Adityawarman tekankan pentingnya persatuan pada Hari Kesaktian Pancasila - ANTARA News Megapolitan
Bogor (ANTARA) - Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil menekankan pentingnya menjadikan nilai-nilai Pancasila dan konstitusi sebagai pijakan dalam menjaga persatuan serta mendukung pembangunan di Kota Bogor.
Hal itu disampaikan Adityawarman seusai menghadiri upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila tingkat Kota Bogor di Balai Kota Bogor, Kamis (1/10).
Dalam upacara tersebut, Adityawarman mendapat amanah membacakan Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 di hadapan peserta upacara.
"Semoga semangat Pancasila dan konstitusi senantiasa menjadi pijakan dalam menjaga persatuan dan membangun Kota Bogor," katanya.
Menurut dia, peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum untuk kembali memperkuat nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
Ia menilai semangat persatuan perlu terus dijaga di tengah masyarakat sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan daerah.
Selain menghadiri upacara, Adityawarman juga menyampaikan apresiasi kepada aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota Bogor yang memasuki masa purna bakti.
Apresiasi secara khusus disampaikan kepada Sekretaris DPRD Kota Bogor yang telah menyelesaikan masa pengabdian di lingkungan DPRD Kota Bogor.
Adityawarman menyampaikan terima kasih atas dedikasi, kerja keras, dan pengabdian yang telah diberikan selama menjalankan tugas.
"Terima kasih atas dedikasi, kerja keras, dan pengabdian selama menjalankan tugas di lingkungan DPRD Kota Bogor. Semoga masa purna bakti menjadi awal dari perjalanan baru yang penuh kebahagiaan dan keberkahan," ujarnya.
Ia mengatakan masa purna bakti bukan semata-mata menjadi akhir pengabdian sebagai aparatur, tetapi juga menjadi awal untuk menjalani tahapan kehidupan berikutnya dengan penuh optimisme.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kota Bogor diharapkan dapat memperkuat semangat kebangsaan dan menjaga persatuan di tengah masyarakat.
Pewarta: Pewarta BPJ
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.