gop-crypto.vip

Ada Seblak! 5 Makanan Favorit Gen Z Ini Bisa Picu Kolesterol Tinggi

Daftar Isi

Jakarta -

Generasi muda saat ini hidup serba cepat. Konsumsi makanan cepat saji dan minuman manis lebih disukai karena praktis. Ditambah, banyak tren di media sosial tentang makanan viral yang membuat penasaran. Banyak dari makanan tersebut di antaranya fast-food, ultra-processed food, hingga minimal yang tinggi gula.

Meski menjaga kadar kolesterol tetap rendah kerap dianggap penting bagi kesehatan, menentukan makanan mana yang baik untuk jantung dan mana yang sebaiknya dihindari ternyata tidak selalu mudah. Para Gen Z yang sering mengandalkan makanan cepat saji hingga minuman tinggi gula harus waspada.

Dikutip dari laman Everyday Health, beberapa kategori makanan yang sangat mungkin meningkatkan kadar kolesterol menurut American Heart Association, Harvard Health Publishing, dan Journal of Nutrition yaitu:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

  • Makanan hewani tinggi lemak jenuh
  • Makanan dan minuman tinggi gula
  • Fast food dan ultra-processed food

Adapun makanan dan minuman favorit Gen Z yang masuk dalam kategori tersebut di antaranya:

1. Pastry-Donat

Sebagian besar pastry yang dijual di toko melalui proses pembuatan yang sangat lama, mengandung banyak gula, serta dibuat dengan mentega yang tinggi lemak jenuh atau margarin yang bisa mengandung sedikit lemak trans.

Pastry yang telah diproses secara tinggi dapat berdampak kurang baik bagi kesehatan, terlebih jika dimasak dengan metode deep frying, seperti donat. Menurut Taylor, donat mengandung banyak gula dan pati olahan, kemudian digoreng dalam minyak sehingga kandungan lemaknya meningkat secara signifikan. Satu donat berlapis gula bisa mengandung 26 g gula, 306 kalori, dan 13 g lemak.

Dikutip dari laman Kementerian kesehatan, batas konsumsi gula harina adalah 50 gram atau sekitar 4 sendok makan per hari.

2. Kentang Goreng-Burger

Dikutip dari laman Verywell Health, makanan yang digoreng tinggi lemak jenuh dan kolesterol. Minyak komersial yang digunakan untuk menggoreng makanan sering kali dihidrogenasi.

Proses hidrogenasi minyak tak jenuh untuk memadatkannya menghasilkan lemak trans.

Makanan cepat saji di restoran juga mungkin menggunakan minyak berkali-kali yang membuat lemak minyak menjadi lemak trans. Jika mengonsumsi makanan cepat saji seperti burger, akan lebih sulit untuk mencari potongan daging yang lebih rendah lemak.

Satu porsi kentang goreng berukuran sedang saja mengandung 2,7 gram lemak jenuh. Sementara itu, burger yang merupakan makanan cepat saji bisa mengandung 0,7 gram lemak trans.

"Semakin sedikit lemak jenuh berbasis hewan yang kita konsumsi, semakin baik untuk kesehatan kita," kata asisten profesor di UCLA Fielding School of Public Health, Dana Hunnes, PhD.

Menurut ahli diet Ashlee Boric, daging merah giling sebaiknya dihindari atau dibatasi karena lemak jenuhnya tinggi. Ia menyarankan untuk memilih produk hewani tanpa kulit dan rendah lemak.

3. Boba dan Susu Gula Aren

Minuman kekinian ini mengandung susu full cream, krimer, dan gula tambahan. Meski tak ada kandungan kolesterol di dalamnya, lemak jenuh dan gula tinggi bisa menaikkan trigliserida dan menurunkan kadar HDL dalam darah.

Sebuah studi menghubungkan minuman manis dengan kadar kolesterol tinggi. Diterbitkan pada November tahun 2022 di The Journal of Nutrition, penelitian ini mengandalkan data nutrisi dan kesehatan dari lebih dari 29 ribu orang.

Para peneliti berfokus pada asupan soda, limun, minuman buah, dan minuman manis lainnya secara teratur dari peserta. Asupan yang lebih tinggi, yakni lebih dari satu porsi 12 ons per hari, dikaitkan dengan peningkatan kadar lemak darah (lipid) yang tidak sehat, termasuk kolesterol LDL (jahat), trigliserida, dan lipid lain yang terkait dengan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih tinggi.

Menurut studi dalam jurnal Food Science and Nutrition pada tahun 2022, satu gelas besar teh susu boba mengandung 47,21 gram gula makanan (glukosa, fruktosa, sukrosa) dan 675 kkal kalori.

4. Seblak

Kerupuk goreng sebagai bahan utama tidak memiliki nutrisi dan menyerap banyak minyak. Tambahan seperti sosis atau ceker ayam membuat kandungan kolesterol melonjak drastis.

Menurut spesialis penyakit dalam dr Yunita Indah Dewi, SpPD, memang ada beberapa masalah kesehatan yang bisa dialami oleh orang yang terlalu sering mengonsumsi makanan mengandung tepung, seperti seblak, seperti radang pankreas, diabetes tipe 2, hingga kolesterol tinggi.

"Iya, baiknya dikurangi konsumsi makanan mengandung tepung, mungkin seminggu sekali," kata dr Yunita kepada detikcom beberapa waktu lalu.

5. Camilan Mozarella dan Serba Keju

Kini banyak camilan dengan isian atau topping keju, seperti corndog atau mi instan topping cheese. Keju olahan kaya lemak jenuh bisa meningkatkan kolesterol jahat.

Dikutip dari laman Verywell Health, pada keju mozarella bebas lemak, terdapat kandungan kolesterol 18 mg, sementara pada keju cheddar bebas lemak sebanyak 5 mg.

"Satu ons keju dapat memberikan sekitar 5 gram lemak jenuh, tergantung jenis kejunya," kata ahli diet Alanna Cabrero.

"Dan kebanyakan orang tidak hanya duduk dan makan sedikit (keju)," katanya.

(elk/kna)