gop-crypto.vip

Ada Peralihan Perilaku Konsumen, Bahlil Pastikan Harga Pertalite Tak Naik hingga Desember 2026

Lukman Nur Hakim Akurat.co

| 1 September 2026, 10:40 WIB

Ada Peralihan Perilaku Konsumen, Bahlil Pastikan Harga Pertalite Tak Naik hingga Desember 2026

Konsumsi Pertalite oleh masyarakat meningkat di tengah kenaikan harga BBM

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, termasuk Pertalite, tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil di tengah adanya potensi kelebihan kuota Pertalite pada tahun ini yang masih dihitung pemerintah. Bahlil menjelaskan, peningkatan konsumsi Pertalite salah satunya terjadi ketika harga BBM dunia mengalami kenaikan.

Kondisi tersebut mendorong sebagian masyarakat yang sebelumnya menggunakan BBM dengan nilai oktan lebih tinggi atau RON 92 beralih menggunakan BBM RON 90.

Baca Juga: Naik, Ini Daftar Harga Pertamax Turbo Cs per 1 September 2026

“Kita lagi tetap menghitung potensi kelebihannya berapa. Memang kan waktu ketika terjadi kenaikan harga BBM dunia itu ada sebagian yang RON 92, rakyat yang lain masuk untuk mengisi ke RON 90. Sehingga terjadi kenaikan tapi kenaikannya kita lagi menghitung,” kata Bahlil di komplek Parlemen Senayan, Senin (31/8/2026) malam.

Meski terdapat potensi kelebihan kuota, Ketua Umum Partai Golkar ini memastikan harga BBM bersubsidi tetap dipertahankan.

Kebijakan tersebut akan berlaku setidaknya hingga Desember 2026 dengan tetap mempertimbangkan perkembangan kondisi global.

Tapi apapun yang terjadi saya menyampaikan bahwa harga minyak atau harga BBM subsidi khususnya subsidi itu tidak akan kita naikkan. Sampai dengan 2026 Desember sambil kita melihat perkembangan global,” ujarnya.

Sementara itu, untuk BBM nonsubsidi, pemerintah akan tetap menerapkan mekanisme harga berdasarkan kondisi pasar. Penyesuaian harga akan dilakukan mengikuti dinamika harga minyak dunia dan faktor pasar lainnya.

“Tetapi kalau untuk harga BBM non-subsidi kita akan serahkan kepada harga pasar. Apa yang terjadi dengan dinamika yang ada itu yang akan kita lakukan penyesuaian,” tutur Bahlil.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L

Yosi Winosa

Buku Sejarah Indonesia Terbaru Bisa Dibaca Online, Cek Link Resmi dan Cara Akses

Kelok 23 Pansela DIY Rampung, Dibuka September-Oktober 2026

Banjir Bandang Grand Canyon: Korban Hilang Tinggal 1 Orang, Operasi SAR Berpacu dengan Hujan Monsun

Pertamina Resmi Gabungkan PET dengan Patra Niaga

Investor Tak Perlu Cek Portofolio Setiap Hari, Ini 3 Hal yang Wajib Dievaluasi