gop-crypto.vip

Abu vulkanik yang menempel di kendaraan disarankan segera dibersihkan

Abu vulkanik yang menempel di kendaraan disarankan segera dibersihkan

Senin, 7 September 2026 10:15 WIB

Image Print

Warga mengamati abu vulkanik yang menempel pada mobilnya di Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat, Minggu (6/9/2026). ANTARA/Ilham Nugraha

Jakarta (ANTARA) - Pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung Yannes Martinus Pasaribu menyarankan pemilik kendaraan segera membersihkan abu vulkanik yang menempel pada kendaraan mereka, tidak menunggu sampai sebaran abu vulkanik akibat erupsi gunung berapi berhenti.

"Membiarkan abu vulkanik menumpuk di mobil sangat merugikan dan berisiko merusak kendaraan secara permanen, karena abu vulkanik mengandung silika yang teksturnya tajam dan sulfur yang sangat destruktif jika dibiarkan terlalu lama,” kata Yannes kepada ANTARA, Minggu.

Dia menyampaikan bahwa partikel silika yang tajam dan bersifat abrasif dapat memicu kerusakan kalau dibiarkan terlalu lama menempel pada kendaraan.

Baca juga: Kemenkes paparkan metode penanganan abu vulkanik secara aman

Baca juga: BNPB siapkan modifikasi cuaca, luruhkan abu erupsi Anak Krakatau

Baca juga: Persija terbang lewat Yogyakarta, terdampak abu vulkanik Anak Krakatau


Ia menyarankan pembersihan abu vulkanik yang menempel pada kendaraan dilakukan dengan hati-hati agar partikel silika yang tajam tidak bergesekan dengan permukaan kendaraan dan membuatnya baret.

Menurut Yannes, pemilik kendaraan sebaiknya memulai upaya pembersihan dengan menyiram kendaraan menggunakan air mengalir.

"Dengan dibilas menggunakan air mengalir bervolume besar tanpa sentuhan spons atau lap sama sekali, dapat meluruhkan partikel abrasif secepat mungkin," katanya.

Setelah sebagian besar abu terangkat, pemilik kendaraan dapat melanjutkan pencucian kendaraan secara menyeluruh untuk memastikan abu vulkanik tidak tertinggal di bodi, kaca, dan komponen kendaraan lainnya.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Abu vulkanik yang menempel di kendaraan disarankan segera dibersihkan

Pewarta : Chairul Rohman
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026