gop-crypto.vip

Abu Vulkanik Bisa Iritasi Kulit, Ini 5 Tips Aman Merawat Wajah

Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau masih menyebar ke sejumlah wilayah termasuk Jabodetabek. Tak hanya berisiko mengganggu pernapasan, paparan abu vulkanik juga perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan iritasi pada kulit.

Skin Expert, Claudia Christin, MBBS, Ph.D. (Dermatology) mengingatkan, abu vulkanik tidak sama dengan debu yang biasa ditemui sehari-hari. Partikelnya dapat bersifat tajam sehingga perawatan kulit setelah terpapar perlu dilakukan secara hati-hati.

"Abu vulkanik bukan debu biasa," tulis Claudia melalui akun Instagram @funskincare, dikutip Senin (7/9/2026).

Claudia bilang, perlindungan fisik menjadi hal utama. Masyarakat sebisa mungkin menghindari aktivitas di luar ruangan selama paparan abu masih terjadi.

"Jika terpaksa keluar rumah, gunakan masker dan pakaian tertutup untuk meminimalkan kulit yang terpapar langsung," kata ia.

Lantas, bagaimana cara merawat kulit selama terjadi paparan abu vulkanik? Berikut tips Claudia.

1. Lindungi Kulit Sebelum Keluar Rumah

Jika memungkinkan, tetap berada di dalam ruangan dan kurangi paparan abu vulkanik. Namun, bagi mereka yang harus beraktivitas di luar, gunakan masker dan pakaian yang menutupi kulit.

Claudia menekankan perlindungan fisik dalam situasi seperti ini lebih penting dibandingkan penggunaan produk skincare. Bagi pemilik kulit kering atau sensitif, pelembap dengan tekstur sedikit lebih rich atau digunakan agak tebal juga dapat membantu memberikan lapisan perlindungan tambahan pada kulit.

2. Jangan Langsung Menggosok Wajah, Bilas Dulu

Setelah terpapar abu vulkanik, jangan langsung menggosok wajah menggunakan sabun pembersih. Langkah pertama yang disarankan adalah membilas wajah menggunakan air mengalir.

"Sebelum cuci muka, bilas dulu pakai air mengalir dan jangan digosok. Kalau langsung digosok dengan cleanser, kita malah bisa 'menggesekkan' partikel tersebut ke kulit," jelasnya.

Dengan kata lain, singkirkan terlebih dahulu partikel abu menggunakan air, baru bersihkan wajah secara lembut.

Hal serupa berlaku saat mengeringkan wajah. Hindari menggosok kulit menggunakan handuk. Sebaliknya, tepuk-tepuk atau tekan perlahan setelah abu benar-benar terbilas.

3. Double Cleansing Setelah Keluar Rumah

Bagi orang yang sempat beraktivitas di luar dan terpapar abu, Claudia menyarankan melakukan double cleansing untuk membantu memastikan tidak ada partikel yang tertinggal dan berpotensi menyebabkan iritasi.

Namun, proses membersihkan wajah tetap harus dilakukan dengan lembut. Pemilik kulit sensitif sebaiknya menghindari penggunaan kapas yang membutuhkan banyak gesekan.

Cleansing oil atau cleansing balm dapat menjadi pilihan, kemudian dilanjutkan dengan sabun pembersih yang gentle dan air suam-suam kuku. Meski demikian, bukan berarti wajah harus dicuci berulang kali sepanjang hari.

"Kalau kalian stay di dalam rumah aja seharian," kata Claudia, tidak perlu terlalu khawatir hingga mencuci wajah terlalu sering.

4. Sederhanakan Skincare dan Jaga Skin Barrier

Ketika kulit mulai sensitif atau terasa perih, sebaiknya sederhanakan rutinitas skincare. Penggunaan bahan aktif yang berpotensi menyebabkan iritasi, seperti exfoliating acids dan retinoid, dapat dikurangi atau dihentikan sementara jika kulit terasa sensitif.

Fokus utama adalah menjaga dan memulihkan skin barrier dengan menggunakan pelembap. Jika kulit sudah sangat sensitif, produk berbentuk spray juga dapat dipertimbangkan untuk mengurangi kontak dan gesekan pada kulit.

Hal ini juga berlaku ketika perlu mengaplikasikan ulang sunscreen. Salah satu komentar menanyakan apakah sunscreen dapat langsung diaplikasikan kembali ketika kondisi sedang berabu, Claudia menyarankan penggunaan format spray untuk sementara waktu guna meminimalkan gesekan.

5. Jaga Udara di Dalam Rumah

Perlindungan tak berhenti pada kulit. Claudia menyarankan masyarakat menjaga agar abu dari luar tidak mudah masuk ke dalam rumah.

Tutup pintu dan jendela selama kondisi udara masih dipenuhi abu. Celah di bawah pintu dapat ditutup menggunakan busa atau kain basah.

Bagi yang menggunakan air purifier, jangan lupa memeriksa kondisi filternya agar alat tetap bekerja dengan baik. Intinya, selama paparan abu vulkanik, kurangi paparan langsung, bersihkan kulit secara lembut tanpa menggosok, serta fokus menjaga lapisan pelindung kulit.

"Lindungi kulit, bersihkan dengan lembut, dan pulihkan lapisan pelindung kulit," tulis Claudia.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]