Abu Anak Krakatau Sampai Jabodetabek, Ini 5 Makanan untuk Kesehatan Paru-paru
Jakarta -
Abu vulkanik Anak Krakatau menyebar ke Jabodetabek. Untuk menghindari efek sampingnya, perbanyak konsumsi 5 makanan ini untuk jaga kesehatan paru-paru.
Aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali menjadi perhatian setelah erupsi memicu sebaran abu vulkanik ke sejumlah wilayah. Kondisi ini membuat masyarakat perlu lebih waspada menjaga kesehatan sehari-hari.
Dikutip dari detikHealth (6/9), Prof Dr dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), mengingatkan debu vulkanis umumnya terdiri dari partikel halus atau particulate matter (PM). Menurutnya, partikel ini bersifat iritatif sehingga bisa berdampak bagi kesehatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada individu dengan kondisi pernapasan tertentu, paparan debu halus juga bisa memicu serangan, misalnya pada kondisi Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) dan asma. Sedangkan jika paparan terjadi dalam jangka panjang, maka risiko penurunan fungsi paru bisa terjadi.
Selain mengenakan masker saat keluar rumah, menjaga kebutuhan nutrisi juga bisa membantu meminimalisir efeknya terhadap paru-paru. Sejumlah makanan direkomendasikan untuk dikonsumsi agar paru-paru tetap terjaga.
Berikut 5 makanan untuk kesehatan paru-paru dilansir dari Cambridge Mask Co(6/9/2026):
Kandungan vitamin E dalam alpukat dapat berperan sebagai antioksidan yang melindungi paru-paru. Foto: pvproductions/Freepik
1. Alpukat
Alpukat menjadi salah satu pilihan karena mengandung vitamin E yang bersifat antioksidan. Alpukat dikaitkan dengan kandungan vitamin E yang membantu kesehatan paru-paru akibat paparan partikulat.
Alpukat bisa dimakan langsung atau ditambahkan ke salad dan roti. Pilih olahan yang tidak terlalu banyak mengandung gula atau garam agar manfaat pola makan sehat tetap optimal.
2. Brokoli
Brokoli mengandung sulforaphane yang menjadi perhatian dalam penelitian mengenai paparan polusi. Beberapa penelitian menemukan konsumsi brokoli berkaitan dengan meningkatnya pengeluaran sejumlah senyawa dari tubuh.
Sayuran ini juga mudah dimasukkan ke menu harian. Brokoli bisa ditumis sebentar, dikukus, atau dijadikan campuran sup hangat.
3. Tomat
Tomat kaya akan likopen, salah satu antioksidan yang banyak ditemukan pada buah berwarna merah. Kandungan tersebut berkaitan dengan perlindungan terhadap gangguan pernapasan.
Tomat dapat dikonsumsi sebagai lalapan, salad, sup, atau campuran masakan. Agar menu lebih beragam, padukan tomat dengan sumber protein dan sayuran lain.
Konsumsi minyak zaitun juga dapat mencegah peradangan pada paru-paru. Foto: Getty Images/iStockphoto/dulezidar
4. Minyak Zaitun
Minyak zaitun mengandung vitamin E atau alpha-tocopherol yang disebut dapat mendukung fungsi paru-paru. Kandungan asam lemaknya juga dikaitkan dengan upaya membantu mengurangi peradangan.
Minyak zaitun dapat digunakan sebagai dressing salad. Cara ini juga menjadi pilihan untuk mendapatkan manfaatnya tanpa pemanasan berlebihan.
5. Flaxseed
Flaxseed atau biji rami mengandung asam lemak omega-3 dan fitoestrogen. Kandungan tersebut memiliki sifat antioksidan yang dapat membantu meredakan gejala terkait peradangan.
Biji rami dapat ditambahkan ke smoothie, salad, oatmeal, atau makanan panggang. Konsumsinya tetap perlu disesuaikan dengan pola makan dan kebutuhan masing-masing.
Baca juga:
(dfl/adr)