AAJI Dorong Strategic Leadership untuk Perkuat Adopsi AI di Industri Asuransi Jiwa
ILUSTRASI. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mendorong penguatan kesiapan industri menghadapi perkembangan teknologi. (KONTAN/Baihaki)
Reporter: Secillia Hafifah | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mendorong penguatan kesiapan industri menghadapi perkembangan teknologi melalui program Future by Design.
Program eksekutif ini mempertemukan Chief Executive Officer (CEO) dan C-Suite perusahaan anggota pada 1–2 Oktober 2026.
Future by Design digelar seiring pesatnya perkembangan artificial intelligence (AI), data analytics, dan ekosistem digital yang mengubah proses bisnis, pengambilan keputusan, hingga layanan kepada nasabah.
Kepala Departemen Pengawasan Asuransi dan Jasa Penunjang OJK Sumarjono menekankan, bahwa pemanfaatan teknologi dan AI membutuhkan strategic leadership agar penerapannya tetap bertanggung jawab.
Baca Juga: Ancaman Cyber Fraud Meningkat, KB Bank Perkuat Sistem Keamanan Siber
“AI tanpa leadership hanyalah teknologi, tetapi leadership yang memahami AI dapat mengubah teknologi menjadi sebuah strategi. Pemanfaatan AI dalam underwriting, claims management, fraud detection, customer service, distribution, maupun product development pada akhirnya merupakan keputusan strategis dan bisnis yang menjadi tanggung jawab institusi. Karena itu, pemanfaatannya membutuhkan professional judgment serta kapabilitas SDM yang memahami aspek asuransi sekaligus teknologi,” jelas Sumarjono dalam keterangan resmi yang diterima Kontan, Selasa (6/10/2026).
Menurut Sumarjono, penerapan AI di industri asuransi jiwa juga perlu menerapkan prinsip human-in-the-Loop. Artinya, keputusan yang berdampak langsung terhadap nasabah tetap membutuhkan pengawasan dan keputusan manusia.
Hal tersebut mencakup proses underwriting, penghitungan premi, hingga penilaian klaim. AI dapat membantu menghasilkan keputusan, tetapi manusia tetap berperan dalam meninjau, menyesuaikan, menyetujui, maupun membatalkan hasil tersebut.
Ketua Dewan Pengurus AAJI Albertus Wiroyo mengatakan, perkembangan AI dapat dimanfaatkan perusahaan untuk meningkatkan kinerja sekaligus memastikan investasi teknologi memberikan dampak terhadap bisnis.
“Perkembangan teknologi dan AI dapat membantu para CEO dan decision makers dalam meningkatkan kinerja perusahaan. Bukan lagi sekadar melihat kebutuhan untuk membeli atau mengganti sistem, tetapi bagaimana investasi dan pemanfaatan teknologi dapat memberikan kontribusi nyata terhadap kinerja dan bottom line perusahaan.
Baca Juga: Allianz Life dan HSBC Berkolaborasi Luncurkan Smartwealth Dollar Floating Rate Fund
Pemanfaatan AI juga tetap membutuhkan pengawasan dan kendali manusia yang kuat, terutama dalam proses yang dapat berdampak langsung pada nasabah,” ujarnya.
AAJI juga menilai industri perlu mengikuti perkembangan kebijakan pengawasan dan regulasi AI. Langkah tersebut diperlukan untuk menjaga stabilitas sekaligus memperkuat daya saing industri asuransi jiwa nasional.
OJK pun mengapresiasi dan mendukung penyelenggaraan Future by Design sebagai sarana pembelajaran strategis sekaligus mendorong percepatan inovasi di industri asuransi jiwa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Tag
- Asuransi Jiwa
- AAJI
- Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI)