54 penerbangan melalui Juanda dibatalkan dampak erupsi Anak Krakatau - ANTARA News Jawa Timur
Sidoarjo, Jawa Timur (ANTARA) - Bandara Internasional Juanda mencatat 54 penerbangan dari dan menuju bandara yang ada di wilayah Sidoarjo, Jawa Timur, tersebut dibatalkan pada Senin (7/9) akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
"Pembatalan tersebut terdiri atas 24 penerbangan kedatangan dan 30 penerbangan keberangkatan," kata General Manager Bandara Internasional Juanda Muhammad Tohir dalam keterangan diterima di Sidoarjo, Senin.
Tohir menjelaskan, pembatalan tersebut terjadi setelah empat bandara masih mengalami penutupan operasional, yakni Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Bandara Radin Inten II Lampung Selatan, dan Bandara Husein Sastranegara Bandung.
Ia menyatakan penutupan tersebut memberikan dampak berantai terhadap konektivitas penerbangan dan rotasi pesawat melalui Bandara Internasional Juanda.
Tohir menyebut manajemen Bandara Internasional Juanda terus melakukan pemantauan serta berkoordinasi dengan maskapai dan pemangku kepentingan terkait, guna memastikan penyesuaian operasional berjalan dengan baik.
Sebagai bentuk pelayanan kepada penumpang terdampak, Tohir mengucapkan bahwa pihak bandara mengaktifkan layanan pemulihan berupa pemberian makanan ringan dan minuman kepada pengguna jasa terdampak.
Selain itu, ia menambahkan bahwa personel keamanan bandara, pemeriksa terminal, dan layanan pelanggan disiagakan untuk memberikan informasi, mengarahkan pengguna jasa, serta membantu memenuhi kebutuhan penumpang.
Ia mengimbau pengguna jasa untuk terus memantau status dan jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai serta mengikuti arahan petugas selama berada di terminal.
Tohir menegaskan Bandara Internasional Juanda juga akan melayani penerbangan selama 24 jam sebagai salah satu bandara alternatif untuk mendukung kelancaran operasional dan konektivitas penerbangan selama kondisi tersebut.
"Bandara Internasional Juanda bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jasa serta memastikan pelayanan tetap optimal selama penyesuaian operasional penerbangan," kata Tohir.
Pewarta: Fahmi Alfian
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.