gop-crypto.vip

5 Bandara Ini Kembali Dibuka Setelah Erupsi Anak Krakatau Mereda

Liputan6.com, Jakarta - Operasional penerbangan di lima bandara telah dibuka seiring Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNI) atau AirNav Indonesia kembali menerbitkan Notam. Lima bandara itu sebelumnya terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau sejak Minggu, 6 September 2026.

EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia Hermana Soegijantoro menuturkan, bandara itu meski telah beroperasi, lima bandara tetap berada dalam pemantauan. Hal ini mengingat awan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih terdeteksi di wilayah penerbangan.

Ia menuturkan, dari ke lima bandara yang mengusul dibuka pada hari ini yakni Bandara Radin Inten II, Bandar Udara Muhammad Taufiq Kiemas, Bandar Udara Budiarto, Bandar Udara Pondok Cabe dan Bandar Udara Salakanagara Tanjung Lesung.

"Meski telah kembali beroperasi, kelima bandar udara tersebut tetap berada dalam pemantauan karena awan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih terdeteksi di wilayah penerbangan," tutur dia dikutip dari Antara, Selasa, (8/9/2026).

Ia menuturkan, berdasarkan NOTAM B1159/26, Bandar Udara Radin Inten II (WILL) bersetatus AERODROME OPEN AND RESUMED OPERATIONS, berlaku mulai pukul 09.45 WIB hingga 23.59 WIB.

Lalu, Bandar Udara Muhammad Taufiq Kiemas (WILP) — NOTAM C1136/26, berlaku mulai pukul 09.31 WIB hingga 23.59 WIB, dengan status “AERODROME OPEN AND RESUMED OPERATIONS”.

Bandar Udara Budiarto (WIRR) — NOTAM C1131/26, berlaku mulai pukul 03.01 WIB hingga 23.59 WIB, dengan status “AERODROME OPEN AND RESUMED OPERATIONS”.

"Bandar Udara Pondok Cabe (WIHP) — NOTAM C1133/26, berlaku mulai pukul 03.04 WIB hingga 23.59 WIB, dengan status “AERODROME OPEN AND RESUMED OPERATIONS”.

Bandar Udara Salakanagara Tanjung Lesung (WIHI) — NOTAM C1138/26, berlaku mulai pukul 09.50 WIB hingga 23.59 WIB, dengan status “AERODROME OPEN AND RESUMED OPERATIONS,” ujar dia.