4 Sosok di Samping Scaloni: Jarang Disorot Padahal Jadi Kunci Solidnya Argentina
1. Pablo Aimar, Sosok yang Menghidupkan Lagi Ruang Ganti Argentina
Ketika Lionel Scaloni ditunjuk sebagai pelatih pada 2018, Argentina sedang berada dalam kondisi sulit. Tim baru saja tersingkir di Piala Dunia Rusia, ruang ganti disebut terpecah, dan Lionel Messi bahkan sempat kehilangan semangat membela negaranya.
Scaloni kemudian mengajak Pablo Aimar bergabung sebagai asisten pelatih. Mantan playmaker yang juga merupakan idola masa kecil Messi itu dipercaya bukan sekadar karena reputasinya, tetapi karena kemampuannya membangun kembali hubungan antarpemain.
Aimar dikenal sebagai sosok yang membuat pemain muda merasa nyaman, membantu Messi kembali menikmati permainan, sekaligus menjadi penghubung antara generasi senior dan junior di Timnas Argentina. Selain itu, ia juga terlibat dalam pengembangan pola serangan yang memaksimalkan peran Messi dan pemain-pemain muda seperti Julián Álvarez.
2. Walter Samuel, Arsitek Lini Belakang yang Sulit Ditembus
Jika Aimar membangun keharmonisan tim, Walter Samuel bertugas membentuk pertahanan yang tangguh.
Legenda Inter Milan itu dipercaya sebagai asisten pelatih bidang pertahanan sejak awal proyek Scaloni. Saat itu, lini belakang Argentina masih dianggap rapuh setelah penampilan buruk di Piala Dunia 2018.
Di bawah bimbingan Samuel, pemain seperti Cristian Romero, Lisandro Martínez, dan Nahuel Molina berkembang menjadi bek-bek yang disiplin dan agresif.
Hasilnya terlihat nyata. Argentina hanya kebobolan dua gol sepanjang Copa America 2021 dan kembali tampil kokoh saat menjuarai Piala Dunia 2022. Pertahanan yang dulu menjadi titik lemah berubah menjadi salah satu kekuatan utama Albiceleste.
3. Roberto Ayala, Mentor Mental Juara
Sosok berikutnya adalah Roberto Ayala, mantan kapten Argentina yang pernah merasakan pahitnya gagal di Piala Dunia 2006.
Pengalaman itu justru menjadi modal berharga ketika ia bergabung dalam staf pelatih Scaloni. Bersama Walter Samuel, Ayala tak hanya melatih aspek bertahan, tetapi juga membangun mental para pemain agar mampu menghadapi tekanan di pertandingan besar.
Perannya dinilai penting dalam membentuk karakter Argentina yang lebih tenang saat menghadapi laga-laga hidup mati, termasuk ketika menjuarai Copa America 2021 dan Piala Dunia 2022. Pengalaman pribadi Ayala menghadapi kegagalan membuatnya mampu membimbing generasi baru agar tidak mengulang trauma masa lalu.
4. Martín Tocalli, Otak di Balik Kehebatan Emiliano Martínez
Nama Martín Tocalli mungkin paling asing bagi banyak penggemar sepak bola. Namun, pelatih kiper Argentina ini menjadi sosok penting di balik penampilan luar biasa Emiliano Martínez.
Scaloni bahkan mempertahankan Tocalli saat melakukan perombakan besar staf pelatih pada 2018. Keputusan itu terbukti tepat.
Di bawah arahannya, Martínez berkembang menjadi salah satu penjaga gawang terbaik dunia. Aksi heroiknya saat adu penalti melawan Kolombia di Copa America 2021, Belanda di Piala Dunia 2022, hingga penyelamatan krusial pada final melawan Prancis menjadi bagian penting dari perjalanan Argentina meraih gelar juara.
Martínez juga berhasil meraih tiga penghargaan Golden Glove di turnamen besar, sebuah pencapaian yang memperlihatkan besarnya kontribusi Tocalli di balik layar.
Di edisi Piala Dunia 2026 ini, Argentina telah menjejakkan kakinya di fase akhir, empat besar. Kesolidan pemain dan kejeniusan tim pelatih meracik taktik dan strategi akan kembali diuji ketika menghadapi Inggris di semifinal untuk memastikan Albiceleste kembali tetap berada di panggung perebutan mahkota Piala Dunia.
Patut ditunggu, apakah magis Scaloni bersama Pablo Aimar, Walter Samuel, Roberto Ayala dan Martín Tocalli bisa mencatatkan sejarah sebagai tim kepelatihan yang mengantarkan Argentina meraih trofi Piala Dunia dua kali beruntun?