25 pelaku UMKM di Probolinggo terima bantuan sarana etalase - ANTARA News Jawa Timur
Probolinggo, Jawa Timur (ANTARA) - Sebanyak 25 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, menerima bantuan sarana prasarana pemasaran berupa etalase, sehingga bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk menata sekaligus mempromosikan produk UMKM agar semakin menarik bagi konsumen.
Bantuan etalase tersebut diserahkan dalam workshop optimalisasi sarana prasarana pemasaran produk UMKM yang digelar Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur berkolaborasi dengan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo di Desa Tamansari Kecamatan Dringu, Kamis.
"Dukungan sarana prasarana pemasaran diperlukan untuk membantu pelaku usaha menjalankan aktivitas pemasaran sekaligus menunjang kemandirian ekonomi masyarakat," kata Fungsional Pengembang Kewirausahaan Ahli Muda Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur Rindang Kamaswari di Probolinggo.
Selain menerima sarana pemasaran, para pelaku UMKM juga mendapatkan pembekalan mengenai strategi pemasaran untuk menembus pasar modern dan optimalisasi sarana pemasaran produk.
"Dipandang sangat perlu adanya dukungan pemberian bantuan sarana prasarana pemasaran produk, baik berupa gerobak, etalase maupun tenda,” ujarnya.
Menurut dia, pemberian sarana tersebut perlu diikuti pembekalan agar fasilitas yang diterima dapat dimanfaatkan secara optimal. Salah satu yang ditekankan adalah pentingnya promosi untuk meningkatkan penjualan produk UMKM.
"Bantuan sarana prasarana itu diperlukan untuk dapat meningkatkan kesadaran pelaku usaha tentang pentingnya promosi UMKM dan dapat meningkatkan penjualannya,” tuturnya.
Sementara Kepala Bidang Pemasaran Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur Haryo Bimo Bramantyo mendorong pelaku UMKM memanfaatkan bantuan sarana pemasaran berupa etalase sebagai bagian dari strategi meningkatkan penjualan dan memperluas pasar.
“Kegiatan itu bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku UKM mengenai pentingnya sarana pemasaran yang representatif. Pelaku UMKM didorong mampu menampilkan produk secara lebih menarik, tertata dan profesional sehingga meningkatkan daya tarik produk di mata konsumen,” ujarnya.
Ia berharap sarana yang telah diberikan benar-benar memberikan manfaat bagi perkembangan usaha, sehingga pelaku UMKM diharapkan menggunakan etalase untuk meningkatkan penjualan sekaligus membuka peluang perluasan akses pasar, baik di tingkat lokal maupun pasar yang lebih luas.
Bimo mengingatkan pelaku UMKM agar tidak berhenti pada penerimaan bantuan sarana pemasaran. Bantuan tersebut harus dijadikan momentum untuk meningkatkan kualitas usaha dan mendorong produk agar mampu naik kelas.
Ia berharap UMKM Kabupaten Probolinggo tidak hanya bertambah jumlahnya, tetapi juga bertambah omzet, meningkat produktivitasnya, semakin luas pasarnya dan semakin besar nilai tambah yang dihasilkan.
“Target akhirnya adalah terciptanya UKM yang mandiri dan berdaya saing serta mampu memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” harapnya.
Sedangkan Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto mengatakan saat ini terdapat sekitar 78.613 UMKM yang telah terdaftar dalam aplikasi Sistem Manajemen Pengembangan UMKM Terpadu (SIMADU).
Menurut Sugeng, jumlah tersebut menjadi kekuatan besar dalam menggerakkan perekonomian daerah. Melalui program Bela Beli, aktivitas belanja ASN terhadap produk UMKM juga dapat dipantau secara berkala melalui aplikasi SIMADU.
“Setiap bulan ASN wajib berbelanja UMKM di masing-masing wilayah. Ini sudah melalui aplikasi SIMADU, sehingga setiap bulan bisa kami pantau berapa besar belanjanya masing-masing OPD pada UMKM,” katanya.
Rata-rata nilai belanja ASN terhadap produk UMKM di Kabupaten Probolinggo mencapai sekitar Rp460 juta hingga Rp500 juta per bulan, sehingga angka tersebut merupakan bentuk dukungan langsung pemerintah kepada pelaku UMKM.
Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.