2 Penulis Muda Raih IKAPI Awards 2026, dari Kisah Kehidupan hingga Literasi Anak
Liputan6.com, Jakarta - Dua penulis Indonesia meraih penghargaan Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Awards 2026 melalui karya yang menyasar pembaca dengan karakter dan kebutuhan berbeda. Brian Khrisna meraih penghargaan Writer of the Year, sedangkan M. Sutandi memperoleh Children’s Book of the Year lewat buku Whispers of the Shadow, Three Tales of Wonder (Self-Discovery Season).
Pencapaian tersebut menempatkan keduanya sebagai penulis yang menghadirkan pengalaman membaca melalui pendekatan berbeda. Brian dikenal lewat karya sastra populer yang mengangkat kehidupan sehari-hari, hubungan antarmanusia, dan refleksi diri yang dekat dengan realitas pembaca.
Sementara itu, M. Sutandi mengajak pembaca anak mengenal diri sendiri melalui tiga cerita dalam bukunya. Penghargaan itu diserahkan saat pembukaan Indonesia International Book Fair (IIBF) 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, pada 5 Oktober 2026, menurut rilis pada Lifestyle Liputan6.com, Senin, 12 Oktober 2026.
Keduanya berkarya di bawah naungan Gramedia Widiasarana Indonesia (Grasindo), penerbit yang menaungi beragam karya untuk pembaca Indonesia. IKAPI Awards merupakan bentuk apresiasi Ikatan Penerbit Indonesia kepada penulis dan pelaku industri perbukuan yang berkontribusi dalam perkembangan dunia literasi.
Ajang ini juga memberikan pengakuan terhadap karya yang memperkaya pengalaman membaca masyarakat melalui ide, imajinasi, dan penyampaian gagasan. Melalui penghargaan Writer of the Year, Brian mendapat pengakuan atas kiprahnya di ranah sastra populer Indonesia.
Adapun buku karya M. Sutandi memperoleh apresiasi dalam kategori bacaan anak melalui kisah-kisah yang mengeksplorasi perjalanan self-discovery atau penemuan jati diri.
Merawat Kisah Kehidupan Lewat Tulisan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372622/original/074039900_1791885423-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_4.53.50_PM.jpeg)
Perbesar
Penghargaan Writer of the Year menandai perjalanan Brian Khrisna di dunia kepenulisan yang dimulai pada 2016 melalui buku Merayakan Kehilangan. Penulis asal Bandung ini kemudian melahirkan sejumlah karya sastra populer yang mengangkat kehidupan, hubungan antarmanusia, dan refleksi diri.
Karya-karyanya mencakup Kudasai (2019), Sisi Tergelap Surga (2023), Bandung Menjelang Pagi (2024), 23:59 (2025), dan Setelah Melompat Aku Ingin Hidup (2026). Bagi Brian, menulis menjadi cara untuk menghadirkan cerita yang mengajak pembaca menengok kembali pengalaman hidup mereka.
"Saya sangat bersyukur dan berterima kasih pada IKAPI, IIBF, serta Penerbit Grasindo dan para pembaca yang selalu menemani perjalanan saya. Penghargaan ini menjadi pemicu untuk terus berkarya dan menghadirkan cerita yang dekat di hati pembaca," ungkap Brian.
Mengangkat Nilai-Nilai Kehidupan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372627/original/029655200_1791885515-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_4.53.50_PM__1_.jpeg)
Perbesar
M. Sutandi menghadirkan tema self-discovery dalam buku Whispers of the Shadow, Three Tales of Wonder (Self-Discovery Season) untuk mengajak anak mengenali diri dan memahami nilai-nilai kehidupan melalui cerita.
Latar belakang pendidikannya di bidang Psikologi Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, turut membentuk pendekatan dalam karya tersebut. Ia lulus sebagai mahasiswa terbaik pada 2015.
Buku ini dilengkapi ilustrasi berwarna yang mendukung pengalaman membaca sekaligus membantu anak mengeksplorasi cerita secara interaktif.
"Penghargaan Children’s Book of the Year ini adalah ruang apresiasi yang luar biasa bagi pengembangan literasi anak di Indonesia. Saya berharap buku Whispers of the Shadow dapat terus menjadi jendela pengetahuan, ruang imajinasi, serta pemantik rasa cinta membaca sejak dini bagi generasi penerus bangsa," tutur Sutandi.
Ke depan, ia ingin mengembangkan inovasi bacaan yang memadukan hiburan dengan pengenalan nilai-nilai kehidupan bagi anak sejak usia dini.
Karya Brian Khrisna Mendapatkan Mega Best Seller
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5520751/original/094090100_1772636331-Sumber___brian.khrisna.jpg)
Perbesar
Brian Khrisna juga dikenal lewat novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati (2025) yang meraih predikat mega best seller dan tengah bersiap diadaptasi ke layar lebar. Novel ini mengangkat pergulatan seseorang menghadapi depresi ketika harapan terasa menjauh dan kehidupan kehilangan makna.
Cerita tersebut menelusuri perjuangan batin, luka masa lalu, serta perasaan terasing yang kerap sulit dipahami orang lain. Dalam situasi itu, menemukan alasan untuk terus menjalani hidup menjadi tantangan yang tidak sederhana.
Brian turut menghadirkan momen-momen kecil yang dapat membuka ruang bagi harapan baru. Pertemuan tak terduga, kata-kata yang menguatkan, dan hal sederhana yang sebelumnya terabaikan menjadi bagian dari perjalanan tokoh dalam memaknai kehidupan.
Melalui karya-karya seperti ini, Penerbit Grasindo menghadirkan bacaan dengan tema beragam yang menyentuh pengalaman manusia sekaligus memperkaya khazanah literasi Indonesia.