gop-crypto.vip

16 Tentara Israel Bunuh Diri Sepanjang 2026, Krisis Kesehatan Mental Militer Kian Mengkhawatirkan

AKURAT.CO Krisis kesehatan mental di tubuh militer Israel dilaporkan semakin memburuk. Hingga akhir Juli 2026, sedikitnya 16 personel aktif Pasukan Pertahanan Israel (IDF) meninggal dunia akibat bunuh diri, termasuk dua prajurit perempuan yang bertugas di satuan berbeda.

Media Israel Haaretz melaporkan, dua kasus terbaru melibatkan seorang prajurit tempur dari Batalyon Bardelas yang bertugas di perbatasan Mesir-Israel dan ditemukan meninggal di pangkalan militer wilayah selatan Israel pada 28 Juli 2026. Sementara satu korban lainnya merupakan personel intelijen militer yang bertugas di pangkalan Glilot, dekat Ramat Hasharon, Israel tengah.

Data yang dihimpun Haaretz menunjukkan jumlah tentara aktif yang bunuh diri sejak awal tahun telah mencapai 16 orang. Selain itu, sedikitnya sembilan personel lainnya, baik prajurit reguler maupun cadangan yang pernah terlibat dalam operasi militer, juga dilaporkan mengakhiri hidupnya saat tidak sedang bertugas.

Baca Juga: GREAT Institute: Prabowo Berpeluang Jadi Juru Damai Korea Utara-Korea Selatan

Polisi Militer Israel telah membuka penyelidikan terhadap dua kematian terbaru tersebut. Penyelidikan dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti, termasuk menelusuri kemungkinan keterkaitannya dengan kondisi psikologis para korban.

Laporan sebelumnya dari Haaretz menyebutkan sebanyak 22 tentara aktif Israel meninggal karena bunuh diri sepanjang 2025, menjadi angka tertinggi dalam kurun 15 tahun terakhir.

Berbagai investigasi internal militer Israel mengindikasikan sebagian besar kasus bunuh diri berkaitan dengan trauma perang, tekanan psikologis berkepanjangan, serta pengalaman ekstrem selama operasi militer di Jalur Gaza sejak Oktober 2023.

Lembaga penyiaran publik Israel, KAN, juga melaporkan setiap kasus bunuh diri diteliti secara mendalam, termasuk melalui analisis surat yang ditinggalkan korban serta wawancara dengan keluarga maupun rekan satuan.

Hasil penyelidikan menunjukkan paparan pertempuran yang berkepanjangan, kehilangan rekan di medan perang, serta tekanan mental selama konflik menjadi faktor dominan yang memengaruhi kondisi psikologis para prajurit.

Seorang pejabat senior militer Israel mengakui perang membawa konsekuensi besar terhadap kesehatan mental personel militer.

Baca Juga: Remaja Palestina Terluka Ditembak Tentara Israel dalam Operasi Militer di Tepi Barat

"Sebagian besar kasus bunuh diri ini merupakan konsekuensi dari realitas kompleks yang diciptakan oleh perang di Gaza. Perang memiliki dampak yang sangat besar," ujarnya sebagaimana dikutip media penyiaran publik Israel.

Fenomena meningkatnya kasus bunuh diri di kalangan personel militer menambah daftar tantangan yang dihadapi Israel di tengah konflik berkepanjangan di Jalur Gaza, selain tekanan operasional dan dinamika keamanan yang terus berlangsung.